Petani Nanas Sambut Baik Wacana Ekspor ke Jepang

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES PEMASARAN: Pasar lokal menjadi andalan pemasaran buah nanas khas Subang saat ini. Wacana ekspor ke Jepang menjadi angin segar bagi petani nanas.

JALANCAGAK-Petani Nanas menyambut baik wacana kerjasama Pemkab Subang dengan Okinawa Jepang. Khususnya di bidang pertanian, untuk meningkatkan kualitas produksi buah nanas agar mampu menembus pasar luar negeri, dalam hal ini ditujukan ke Jepang.

Salah satu petani nanas asal Tambakan, Edi (47) menyebut bahwa wacana tersebut diharapkan bisa berjalan sesuai rencana. Dia menyebut usaha menjalin kerjasama itu tentu akan membawa dampak baik buat petani nanas di Subang. “Mudah-mudahan memang bisa terlaksana, tidak hanya wacana, karena memang selama ini pasar untuk buah nanas itu masih terbilang minim lah. Kalau tidak dijual sendiri, dikirim, itu juga masih belum optimal,” ungkapnya.

Dengan munculnya wacana akan diagendakan kerjasama untuk sasar pangsa pasar nanas di Jepang, membuka harapan baru bagi petani nanas seperti dirinya.

Kerjasama Subang dan Jepang dibahas secara langsung oleh Bupati Subang H.Ruhimat, dia mengklaim sudah melakukan rapat melalui video conference dengan tim ketahanan pangan Jepang di Ruang Rapat Segitiga beberapa waktu lalu. “Subang sendiri dipilih karena memiliki iklim yang hampir mirip dengan Okinawa, namun di sana hanya mampu menghasilkan sekitar 7.000 ton pertahun. Angka tersebut terbilang sangat kecil sehingga memerlukan impor dari luar untuk memenuhi kebutuhan di Jepang, dipilihlah Subang,” jelas Ruhimat.

Dia sangat optimis dengan wacana dan rencana kerjasama dengan Okinawa Jepang itu. Mengingat saat ini di Kabupaten Subang memiliki jumlah lahan pertanian nanas sekitar 1.630 hektar dengan kapasitas produksi 296 ribu ton pertahun. “Dengan demikian saya menyambut dengan baik kerjasama ini, mudah-mudahan mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi nanas di Subang sehingga tidak mengecewakan pasar di Jepang dan pasar lokal,” pungkasnya.(idr/sep)