Seri belajar Filsafat Pancasila 2

Seri belajar Filsafat Pancasila 2
0 Komentar

Salam untuk semua saudara sebangsa setanah air.

Syukur Alhamdulillah saya haturkan kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, karena pertolonganNya lah saya bisa kembali menyapa dan menuliskan kembali pikiran sederhana terkait Pancasila.Tulisan minggu kemarin, hari ini dan semoga seterusnya dimaksudkan sebagai upaya untuk kembali mensosialisasikan, mengenalkan, membumikan dan sekaligus mengingatkan kembali akan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

Jadi, tulisan ini hanya menjadi triger untuk pembaca kembali mengingat Ideologi Bangsa Indonesia yang harus kita jaga, rawat dan dikonkritkan dalam kehidupa sehari-hari. Sekaligus mengajak pembaca untuk memperkaya pemaknaan Pancasila secara konkret dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tulisan minggu kemarin bercerita tentang nilai-nilai fundamental dari Pancasila dan nilai fundamental tersebut menjadikan Pancasila memiliki watak keabadian. Nah kali ini saya ingin mendiskusikan watak keabadian dari Ideologi Pancasila. Seperti kita tahu bersama di dunia ini ada banyak ideologi yang terus berkembang dan memiliki pengikut-nya masing-masing.

Baca Juga:OJK RismaMasyarakat Lansia yang Hidup di Pedesaan Memaknai Pandemi Covid-19

Seperti ideologi Marxisme-Sosialisme, Capitalisme, Liberalisme, dan ideologi lainnya.Termasuk agama menjadi salah satu bagian dari ideologi. Lalu apa yang dimaksud bahwa sebuah ideologi memiliki watak keabadian?

Watak keabadian Pancasila adalah kemampuan nilai-nilai Pancasila (Pancasila memiliki nilai-nilai universal dan general yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan, Bonum Honestum. Nilai-nilai Pancasila yang bersifat futuristik yaitu mampu digunakan dan diinterpretasikan secara kontekstual atau Bonum Utile dan Bonum Delectable yaitu nilai Pancasila sesuai untuk semua zaman) untuk bertahan, menjawab dan diimplementasikan semua nilai-nilai yang ada di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus nilai-nilai tersebut mampu menjawab tantangan ketika berhadapan dengan arus budaya global dan ideologi trans nasional.

Ada lima syarat untuk menjadikan Pancasila memiliki watak keabadian :

1) Pancasila sebagai ideologi harus melahirkan teori sosial, politik dan ekonomi baru yang berbasis Pancasila. Ini watak keabadian yang pertama Pancasila, yaitu menurunkan turunan teoritik Pancasila dalam semua aspek kehidupan sosial, politik dan ekonomi.

2) Adanya pengembangan konsensus terhadap nilai-nilai Pancasila merupakan syarat ke dua watak keabadian Pancasila.

3) Dalam konteks menjaga watak keabadian Pancasila sebagai ideologi yang ketiga adalah membangun framing baru Pancasila sebagai ideologi. Framing baru yang dimaksud adalah setara dengan teorisasi Pancasila dalam bidang sosial, ekonomi dan politik.

0 Komentar