Druze

Druze
0 Komentar

Oleh: Dahlan Iskan

Dia Islam. Dia bukan Islam. Dia bukan Islam tapi Islam. Dia Islam tapi bukan Islam. Dia Druze.

Jumlah umatnya sekitar 1 juta di Lebanon. Atau 5 persen penduduk. Sekitar 10 juta di seluruh dunia. Partai politiknya meraih 9 kursi. Dari 128 kursi DPR. Di Pemilu Mei lalu. Yang sampai saya tulis naskah ini masih ribut: siapa, dari golongan mana, jadi menteri apa.

Saya pun ke pusatnya Druze di Beirut. Juga ke makam orang Druze di sebelahnya. Ke Moukhtara pula: ke basis komunitas Druze. Dua jam bermobil dari Beirut.

Baca Juga:KPPN Serahkan DIPA 2019 kepada 59 Satuan Kerja, Total Anggaran Mencapai Rp 3,5 TriliunBerkedok Jualan Es, Dua Ibu Rumah Tangga Jual Miras

Di sana ada istana Druze. Tempat bertahta amir Druze saat ini: Walid Jumlatt. Yang ayahnya bernama Kamal Jumlatt. Tokoh penting nasional. Yang tewas ditembak di mobilnya. Bersama body guards-nya. Di gunung. Tahun 1977. Konon pendukung Bashar Assad-lah yang melakukannya.

Di Druze Center yang megah itu saya masuk ke lobinya. Di pusat kota Beirut. Yang dijaga tentara bersenjata.
Di lobi itu, di dinding tingginya, hanya ada satu hiasan: kaligrafi. Indah dan besar: satu rangkaian lengkap ayat-ayat Al Quran. Dari surah An-Nas.

“Ini bukan masjid,” jawab staf di situ. Saat saya bertanya ini: di mana masjid umat Druze.

Saya sudah tahu. Druze tidak punya masjid. Saya tahu: pegangannya lima rukun Islam: syahadat (bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan dan Muhammad adalah Rasul), salat, zakat, puasa dan naik haji. Tapi tidak pernah menjalankannya.

“Salatnya seperti apa?” tanya saya.

“Ya salat biasa. Seperti orang Islam pada umumnya,” jawabnya.
Saya tidak meneruskan pertanyaan itu. Saya datang tidak untuk berdebat. Yang hanya akan menyinggung perasaan mereka. Ya sudah. Begitu saja.

Saya kan sudah membaca literatur tentang Druze. Sejak di madrasah dulu. Yang banyak versinya. Bahwa Druze itu Islam: Islam zaman Nabi Ibrahim. Menyebut dirinya Muwahidin.

Saya pun ke makam khusus orang Druze. Tinggal jalan kaki ke lokasi sebelah. Yang juga dijaga tentara bersenjata.

Baca Juga:Iik Selamat dari Gulungan Ombak Tsunami di BantenBelasan Warga jadi Korban Bencana Tsunami, Satu Meninggal Dunia, Saat Berlibur di Banten

Semula agak menimbulkan kecurigaan sang bersenjata. Untuk apa ada orang asing ke makam. Tapi ia bisa berbahasa Inggris. Mengerti maksud kedatangan saya. Yang tidak akan menuntut balas bagi yang sudah mati.

0 Komentar