Ditengah Wabah Korona, Pelayanan Publik Tetap Prima

ANTARKAN LANGSUNG: Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengantarkan langsung KTP-el milik salah seorang warga di Desa Mekarsari Kecamtan Ngamprah pada program SILAYUNG.

NGAMPRAH-Wabah Covid-19 berdampak luas terhadap semua sektor kehidupan, termasuk melumpuhkan aktivitas dan pelayanan publik di semua instansi. Tak terkecuali di instansi pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pada pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), pelayanan perizinan, dan pelayanan pembayaran pajak yang mengundang kerumunan masyarakat.

Begitupun dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan, menyusul surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor : 443/3302-Set.Disdik tanggal 15 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional dan Kegiatan belajar mengajar pada satuan Pendidikan di Jawa Barat, yang menyampaikan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan dirumah masing-masing Siswa terhitung 16 s.d 29 Maret 2020 dan UNBK dan USBK Kls. XII di tunda sementara waktu sampai ada ketentuan kemudian.

Meski demikian, Pemerintah Bandung (Pemkab) Barat tetap menjamin pelayanan tetap prima ditengah wabah Covid-19 dengan meluncurkan berbagai program inovatif yang bisa mengurangi penyebaran virus korona tersebut.

Untuk penyelenggaraan pendidikan, selama dua pekan (16-29 Maret 2020) siswa belajar di rumah dan guru wajib menyiapkan bahan ajar secara mandiri terstruktur yang kemudian disampaikan kepada orangtua siswa melalui whatsapp grup.

Begitupun dengan pelayanan adminduk, Pemkab Bandung Barat jauh-jauh hari sebelum menyebarnya wabah virus korona tersebut, sudah meluncurkan program Sistem Pelayanan Antar Langsung (Silayung) dokumen adminduk. Terutama pada pelayanan KTP-el, warga yang telah memiliki surat keterangan (suket) dan direkam tinggal menunggu di rumah karena KTP-el akan diantarkan oleh petugas.

“Mulai sekarang warga tidak lagi harus ke kantor Disdukcapil di Kompleks Pemda KBB untuk membuat KTP elektronik. Kalau sudah punya suket tunggu saja, KTP elektronik akan diantarkan ke rumah langsung dan gratis tidak perlu ada pengganti ongkos petugas,” kata Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.

Perekaman dan cetak KTP-el akan dilakukan di setiap kecamatan

Dia menambahkan melalui program ini maka perekaman dan cetak KTP-el akan dilakukan di setiap kecamatan. Setelah jadi, akan diantarkan ke desa dan setelah itu diserahkan ke rumah pemohon. “Di tengah wabah korona, warga lebih baik diam di rumah saja. Biar petugas saja yang datang langsung ke rumah,” ujarnya.

Bahkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) KBB menghentikan semua layanan tatap muka atau kontak fisik adminduk dan pencatatan sipil selama 2-3 pekan ke depan yang digantikan dengan Layanan Online Website melalui http://disdukcapil.bandungbaratkab.go.id. Meski demikian, untuk layanan di Kecamatan sementara masih berlaku layanan tatap muka, karena antrian atau kerumunan di Kecamatan tidak akan seramai di Disdukcapil.

Namun, segera di Kecamatan juga nantinya akan diberlakukan pelayanan secara Online yang saat ini sedang diproses oleh petugas IT dari Disdukcapil. “Masyarakat tidak perlu khawatir, karena pelayanan tetap bisa dilakukan dengan cara Online yang akan jauh lebih aman pada saat situasi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Selain itu, kata orang nomor satu di KBB ini, Pemkab juga meluncurkan inovasi baru dalam pola pembayaran pajak yang lebih cepat, mudah, tepat, dan dekat kepada masyarakat dan para wajib pajak. Pelayanan menggunakan mobil ini memungkinkan petugas pajak proaktif jemput bola ke seluruh wilayah di KBB sehingga ditargetkan semua wajib pajak bisa terlayani maksimal.

“Dengan diluncurkannya Mobil Layanan Warung Pajak Daerah I dapat mencegah penurunan pendapatan secara drastis dari sektor pajak. Pelayanan yang menggunakan mobil ini memungkinkan petugas pajak proaktif melakukan jemput bola ke seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Bandung Barat, sehingga ditargetkan semua wajib pajak bisa terlayani dengan maksimal,” ungkapnya.

Layani berbagai pembayaran pajak

Fasilitas Mobil Layanan Warung Pajak Daerah I melayani berbagai pembayaran pajak seperti pajak penerangan jalan, pajak hotel, pajak restoran, pajak parkir, pajak hiburan, pajak air tanah, pajak mineral bukan logam dan batuan, dan pajak reklame. “Ini sebuah inovasi sesuai dengan jargon ‘KBB Lumpaaat’, semoga dengan proaktif dan jemput bola maka target PAD (Pendapatan Asli Daerah-red) tahun ini sebesar Rp614 miliar dapat tercapai,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) sudah meluncurkan aplikasi pelayanan masyarakat berbasis online. Aplikasi tersebut digunakan untuk pelayanan perizinan online, sehingga dapat mempermudah izin usaha masyarakat melalui DPMPTSP KBB.

Bupati Aa Umbara menjelaskan bahwa pelayanan perizinan secara online ini semata-mata bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kontak langsung antara pemohon dan pemberi ijin, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya KPN dan penyebaran korona. “Jika pelayanan perizinan diproses secara online, maka akan mempersempit peluang terjadinya suap menyuap yang merupakan pangkal awal terjadinya praktek korupsi,” terangnya.

Hal ini sejalan dengan Visi AKUR dan jargon Bandung Barat Lumpaaat pada poin Bandung Barat Bersih. Dengan demikian, akan tercipta Bandung Barat yang bersih dari korupsi. “Jika bersih dimulai dari diri para aparaturnya maka akan tercipta Bandung Barat Bahagia. Yang berarti, masyarakat bahagia, aparaturnya bahagia dan pemerintahpun bahagia,” pungkasnya.(sep)