KPM Kecewa, Beras di Agen BPNT Bau

BANDUNG-Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Lembang keluhkan beras yang dibeli di agen-agen bukan beras premium.

Salah seorang KPM di Pagerwangi, yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku kecewa karena sejak bulan Desember hingga Januari mendapatkan beras yang jelek bahkan menurutnya seperti beras ‘Raskin’.

Dia menuturkan bahkan sudah komplain terhadap agen, namun agen tidak mengetahui apa-apa karena menurut pengakuan agen, agen tersebut di kondisikan oleh petugas BNI.

“Udah komplen ke agen tapi agen bilang Dia mah tidak tau apa-apa, katanya dari bulogya. Dia bilang ‘Saya mah di suruh Pak Hadi, Saya bilang siapa dia? Dia jawab ‘Pegawai BNI’,” ujar KPM Pagerwangi. Sabtu (29/2)

Beras yang diterima KPM, menurutnya tidak sesuai yang diinformasikan pendamping, yang seharusnya beras premium namun beras banyak gabahnya dan menir. Warna berapapun kuning dan bau. Sementara kemasan tertulis beras premium dengan harga Rp12.800.

“Kecewa banget, karung nya premium, isi beras bau ini mah raskin, kalo dimasak tetep bau, supaya tidak bau harus dicampur, dua gelas beras BPNT dicampur dengan tiga gelas bagus, baru bisa dimakan masaknya harus di campur perbandingan nya BPNT 2 gelas beras bagus 2 tetap aja bau jadi harus 3 gelas campurannya,”katanya.

KPM mengaku saat ini ada kenaikan dana dari dari Rp110.000 menjadi Rp.150.000. yang dapat dibelikan untuk beras dan telur di agen yang sudah di tentukan.

“sekarang mendapat Rp150.000, dari agen di kasih beras 9 kg dan telor 20 biji (perkiraan 1.25 kg). Barang sudah dipaketkan dari sananya,”jelasnya.

Namun, menurut KPM beras yang diberikan diduga bukan beras yang seharga Rp 12.800, karena menurut Dia, beras yang diberikan jika dipasar kisaran Rp9.000-9500/Kg.

Sementara Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Lembang Maskun, saat dihubungi melalui pesan mengatakan jika ada warga yang keberatan harus tertulis

“Saya sudah sampaikan ke kpm andaikan ada keluhan silahkan secara tertulis”ucapnya. (eko/hba)