Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK Digelar 13-17 September

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK Digelar 13-17 September
0 Komentar

CIMAHI-Para pelamar Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Cimahi bakal mengikuti tahapan seleksi kompetensi yang akan dilaksanakan 13-17 September mendatang. Ratusan guru honorer tersebut merupakan peserta yang lolos seleksi administrasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono mengatakan, semula ada kuota 548 yang tersedia untuk formasi guru SD dan SMP di Kota Cimahi. Para pelamar yang sudah mendaftar itu merupakan guru honorer yang sudah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang mengajar di sekolah negeri. “Tesnya nanti di SMKN 1. Kita sedang persiapan dan koordinasi dulu,” ujar Harjono saat dihubungi, Selasa (31/8).

Harjono melanjutkan, pelaksanaan seleksi uji kompetensi PPPK tahun ini akan dilaksanakan di SMKN 1 Kota Cimahi, Jalan Mahar Martanegara. Namun untuk jadwal dan nomor urut setiap pesertanya hingag saat ini belum keluar. Namun, kata dia, berdasarkan hasil koordinasi ada lima ruangan yang disediakan untuk pelaksanaan seleksi nanti. Pelaksanaan tentunya akan disesuaikan dengan protokol kesehatan mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini.

Baca Juga:Dinas Lingkungan Hidup Sebut Banjir Kotoran Hewan Sulit DiatasiWarga Desa Cipada Olah Bunga Pinus Jadi Pembersih Lantai

Kemudian dalam Petunjuk Teknis (Juknis), kata Harjono, panitia di daerah juga harus menyediakan ruang khusus isolasi bagi peserta yang mengalami demam atau suhu di atas 37 derajat celcius. Sebab tidak ada ketentuan untuk menyerahkan hasil tes Covid-19. “Dalam Juknis hanya harus menyediakan ruangan isolasi untuk peserta yang demam atau suhu tubuh diatas 37 derajat,” sebut Harjono.

Untuk sertifikat vaksinasi Covid-19, kata dia hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan untuk dibawa dan menajdi syarat saat pelaksanaan seleksi nanti. Namun kepastiannya akan dibahas bersama Satgas Penanganan Covid-19. “Kami akan rapat mengenai ketentuan satgas dari masing-masing daerah, seperti permintaan vaksin atau PCR. Jadi akan dirapatkan dulu mengenai kebijakan lokal ketentuan satgas masing-masing daerah,” katanya.

Untuk itu, Harjono mengimbau bagi peserta seleksi PPPK tahun ini untuk menjaga diri dan tak banyak melakkan aktivitas. Sebab jika nantinya ada peserta yang tidak hadir saat pelaksanaan seleksi dengan berbagai alasan seperti terinfeksi Covod-19, maka bisa mendaftar lagi pada gelombang berikutnya.  “Jika peserta pada hari-H tidak datang dengan alasan apapun maka akan langsung dinyatakan gagal, karena tidak ada ujian susulan. Kita harap peserta bisa menjaga diri,” imbuhnya.(je/sep)

0 Komentar