Samin, Nelayan yang Saksikan Pesawat Lion Air Jatuh ke Laut lalu Meledak

Samin, Nelayan yang Saksikan Pesawat Lion Air Jatuh ke Laut lalu Meledak
MASIH TRAUMA: Samin (kiri) ketika bercerita tentang kesaksiannya melihat pesawat Lion Air jatuh. AEF SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

Posisi Sayap di Bawah, Hanya 200 Meter dari Perahunya

KARAWANG-Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang disaksikan langsung oleh beberapa nelayan yang sedang melaut di perairan Pakisjaya.

Salah satunya, Samin (38). Nelayan asal Dusun Pakis II Desa Pakis Kecamatan Pakisjaya ini mengaku belum bisa menyembunyikan rasa kagetnya usai melihat langsung pesawat Lion Air terjun ke laut, Senin (29/10) kemarin.

Saat kejadian, dia sedang menjaring udang di dekat lokasi jatuhnya pesawat. Detik-detik jatuhnya pesawat sempat disaksikan dalam radius sekitar 200 meter. Shock dengan kejadian tersebut, Samin memutuskan untuk tidak melaut setelah kejadian tersebut.

Baca Juga:24 Kantong Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 Sudah DievakuasiPuluhan Warga Lakukan Doa Bersama untuk Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Ketika ditemui di rumahnya, Samin terlihat sedang sibuk memperbaiki jaring yang rusak. Pria beranak satu ini mengaku sengaja tidak melaut karena ingin menenangkan diri setelah menyaksikan kejadian tragis tersebut.

“Perasaan saya sudah tidak enak sejak sebelum kejadian itu sampai sekarang. Seharian ini saya hanya membetulkan jaring aja,” kata Samin.

Samin memang salah satu dari sedikit nelayan yang mengetahui peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air. Sebelum kejadian, seperti biasa subuh itu dia melaut. Sekitar dua jam perjalanan dari pantai hingga ke lokasi tiba-tiba di depan dia melihat ada pesawat dalam posisi miring turun ke bawah melewati perahu yang ditumpanginya.

“Saya sering lihat pesawat lewat, tapi yang ini posisi pesawatnya miring sampai sayapnya berada di bawah,” tuturnya.

Setelah melihat posisi pesawat seperti itu hingga pesawat melewati perahunya di posisi belakang perahu hingga Samin tidak melihat posisi saat pesawat masuk ke laut.
Sejurus kemudian, Samin hanya mengaku mendengar suara benda berukuran besar masuk air dan kemudian disusul ledakan keras.

“Bunyinya keras sekali. Terus tiba-tiba perahu saya terdorong kencang oleh gelombang. Padahal saat itu cuaca tidak ada gelombang kencang,” katanya.

Setelah itu Samin melihat kebelakang dan menyaksikan ada asap hitam keluar dari dalam laut. Namun, karena takut Samin meninggalkan lokasi jatuhnya pesawat dan melanjutkan perjalanan ke lokasi lain untuk menjaring udang.

Baca Juga:Pemberitaan Sesar Lembang Jangan Membuat PanikDihadapan Petani, Umbara Janjikan Seribu Traktor

Tadinya saya ragu apakah itu pesawat yang jatuh jadi saya lanjutkan menjaring udang. Saya baru sadar yang saya lihat itu benar-benar jatuh setelah kembali ke daratan. Karena banyak nelayan lain yang membicarakan pesawat jatuh,” tuturnya.(aef/din)

0 Komentar