Pintu Muara Dangkal, Nelayan Terpaksa Dorong Perahu

DANGKAL: Kondisi pintu muara di Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, dangkal. Akibatnya permukaan tanah menyentuh perahu. USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Puluhan nelayan Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, mengeluhkan kondisi pintu muara yang belum dinormalisasi. Selama ini tak jarang para nelayan terpaksa mendorong perahu mereka yang kandas di pintu muara.
Kepala Desa Muarabaru, Ato Sukanto menuturkan, kedalaman sungai Desa Muara Baru hanya sekitar 50 cm. Akibatnya, puluhan nelayan Desa Muara Baru, kesulitan setiap datang dan pergi melaut.

“Kami ingin (muara) segera dinormalisasi. Sudah sangat lama sungai itu dibiarkan dangkal dan kotor,” ujarnya.

Selain faktor alam, kebiasaan buruk masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai, dituding jadi penyebab utama terjadinya pendangkalan di sungai Muara Baru.

Tak hanya itu, longsoran tanah gembur yang terus terjadi setiap turun hujan, juga turut memperparah keadaan sungai Muarabaru.
“Pemerintah desa akan segera koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Cilamaya Wetan melalui ketua IKD. Agar secepatnya sungai ini bisa dinormalisasi,” katanya.

Salah satu nelayan Desa Muarabaru, Asep mengatakan, saat air laut surut, bahkan perahu nelayan langsung menyentuh dasar sungai. Sehingga, jika ingin melaut, nelayan Desa Muarabaru harus menunggu air pasang.

“Kalau begini terus kan kami relot pak. Makanya kami protes ke pak kades, agar segera dibantu para nelayan ini. Dengan dilakukan normalisasi,” katanya. (use/din)

BACA JUGA:  Harga Rajungan Anjlok, Ribuan Nelayan Nganggur