Warga Desa Karangligar Minta Solusi Banjir

PROTES : Warga Kampung Pangasinan Desa Karangligar memasang spanduk karena sering terjadi banjir. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Geram dengan pemerintah baik daerah maupun provinsi yang tak kunjung menyelesaikan persoalan banjir di Kampung Pangasinan Desa Karangligar.

Warga setempat membuat spanduk yang isinya “Selamat Datang di Kampung Pangasinan. ‘Kampung Anak Tere’ (2007-2020 Bajir Tanpa Solusi) Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang”.

Spanduk itu terpasang sepanjang jalan kampung Pangasinan yang sudah 13 tahun selalu mengalami banjir.

Salah seorang warga Kampung Pangasinan Desa Karangligar, Agus Tohairi mengatakan, warga membuat spanduk itu karena tidak adanya solusi banjir di Karangligar yang sudah melanda selama 13 tahun lamanya. “Setiap banjir pemerintah baik itu bupati, anggota DPRD maupun gubernur hanya datang untuk memberi bantuan makanan saja dan belum memberikan solusi nyata agar tidak lagi terjadi banjir,” ujar Agus, Jumat (17/1).

Dikatakan, padahal sebelum tahun 2007 tidak pernah ada banjir di Kampung Pangasinan Desa Karangligar. Tapi sampai saat ini banjir terus terjadi, bahkan ketika ada hujan sebentar saja sudah banjir. “Kami terkesan dijadikan anak tiri oleh pemerintah, sebab kondisi banjir kami tak pernah ada solusi nyata berupa kebijakan. Padahal ketika ada pejabat datang mereka berjanji bakal membuat bendungan, waduk atau apapun agar tidak lagi banjir,” katanya.

Menurutnya, pihaknya membuat spanduk ini dari iuran warga yang sudah bosan mendengar pejabat yang hanya bisa janji. Dan menjadikan kampung Pangasinan sebagai ‘wisata’ banjir agar bisa diliput oleh media baik televisi, online mupun cetak. “Kami menunggu keseriusan pemerintah agar memberikan solusi konkret agar tidak lagi terjadi banjir,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan menurunkan spanduk ini agar pemerintah sebelum ada solusi nyata. Meskipun ada aparat yang meminta agar spanduk itu diturunkan. “Spanduk ini hanyalah ekspresi kekecewaan kami pada pemerintah daerah dan provinsi yang datang hanya untuk selfi ketika terjadi banjir,” tandasnya.

Bahkan, lanjutnya, kedepan spanduk bakal ditambah sampai ke semua gang yang ada di kampung Pangasinan. “Kami hanya berharap agar tak terjadi banjir lagi kedepannya,” katanya.

Warga lain, Asep Saeouloh mengatakan jika yang datang saat banjir sudah dari berbagai kalangan seperti Ahmad Heryawan saat menjabat sebagai gubernur Jawa Barat, Ade Swara saat menjabat jadi Bupati Karawang, yang baru adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana untuk mengecek banjir dan diliput media.

“Kami tak butuh mereka (pejabat) datang saja, tapi membuat kebijakan agar tak terjadi banjir lagi,” katanya. (use/ded)