Innalillahi, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup Akhirnya Meninggal

ZIARAH. Beberapa warga tampak berziarah ke makam Dian Asriani, bayi malang yang dikubur hidup-hidup oleh ibu kandungnya yang diduga depresi. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Dian Asriani, bayi usia tujuh bulan yang dikubur hidup-hidup oleh ibu kandungnya itu akhirnya meninggal dunia, Sabtu (20/4).

Dikonfirmasi terkait hal ini, Dirut RSUD Bayu Asih Purwakarta Agung Darwis menyebutkan, penyebab kematian bayi malang tersebut akibat hipoksia atau kurangannya suplai oksigen ke otak.

“Betul, Dian Asriani telah meninggal dunia pada pukul 08.45 WIB di RSUD Bayu Asih,” kata Agung saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (22/4).

Lebih lanjut Agung mengatakan, hipoksia pada bayi cantik berusia tujuh bulan itu merupakan dampak adanya pasir di paru-parunya. “Hipoksia pasca-dikubur. Sehingga otaknya kekurangan oksigen yang sifatnya permanen,” ujarnya.

Diketahui, Dian Asriani dirawat di Ruang PICU NICU RSUD Bayu Asih sejak Kamis (28/3). Sejak itu pula, kondisi Dian bergantung pada alat-alat medis. Bahkan, Dian terus diberikan obat pemicu jantung secara berkala untuk mempertahankan detak jantungnya.

Bayi mungil itu dalam kondisi kritis karena mengalami aspirasi benda asing di paru-parunya setelah dirawat di IGD. Diketahui pula, di saat-saat terakhirnya Dian mengalami cardiac arrest atau kondisi di mana detak jantung berhenti secara tiba-tiba.

“Hingga nafas terakhirnya, alat-alat medis yang menopang hidup Dian masih tertempel. Alat-alat tersebut baru dilepaskan setelah Dian Asriani dinyatakan meninggal dunia,” ucap dia.

Jenazah Dian Asriani pun langsung dibawa ke rumahnya untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga. Kabar meninggalnya Dian Asriani juga dibenarkan oleh Ketua RW rumah korban di Desa Pusakamulya, Kiarapedes, Purwakarta, Yayat Ahmad Hidayat saat ditemui di sekitar rumah duka.

“Saya dapat kabar anaknya Ujang (ayah Dian, red) yang dirawat di rumah sakit, meninggal dunia pukul 09.00 WIB,” kata Yayat saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:  Persatuan Istri Tentara (Persit) Kenang Jasa Pahlawan

Usai dinyatakan meninggal dunia, korban langsung dibawa ke rumah duka dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Sesampainya jasad korban ke rumahnya, tidak lama dari itu langsung diurus untuk segera dimakamkan.

“Jelang 15 menit tiba di rumah duka, langsung dimakamkan tidak jauh dari rumah. Semua warga di sini turut ikut mengantar ke makam” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Dian Asriani dilarikan ke RSUD Purwakarta karena dikubur hidup-hidup oleh ibu kandungnya yang berinisial W (35), yang diduga mengalami depresi.(add/vry)