Maknai Hari Buku Sedunia, SMAN 1 Cibatu Siap Membangun Perpustakaan Digital

MINAT BACA. Siswa SMAN 1 Cibatu antusias membaca buku di perpustakaan sekolah. Hari Buku Sedunia ini dijadikan momen untuk meningkatkan minat baca siswa.

PURWAKARTA-Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia atau yang lebih dikenal dengan Hari Buku Sedunia diperingati pada 23 April setiap tahunnya. Ini merupakan perayaan tahunan yang digagas UNESCO guna mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta.

Di Indonesia, Hari Buku Sedunia mulai diperingati sejak 2006 lalu. Penggagasnya Forum Indonesia Membaca dengan harapan mampu meningkatkan minat baca masyarakat.

Harapan yang sama juga disampaikan Kepala Sekolah SMAN 1 Cibatu Asep Sundu Mulyana, saat ditemui Pasundan Ekspres di ruang kerjanya, Selasa (23/4).

“Secara substansi, SMAN 1 Cibatu memaknai Hari Buku Sedunia dengan usaha dan kerja keras dari para guru beserta civitas sekolah, untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa,” kata Asep.

Berkaitan dengan itu, sambungnya, pihaknya juga tengah merintis beberapa usaha guna meningkatkan minat baca siswa.

“Di antaranya, kami bakal merintis pembangunan perpustakaan digital. Termasuk juga pengembangan aplikasi e-book dan e-learning yang diinstal pada smartphone dan laptop siswa,” ujarnya.

Tak lupa, kata Asep, pihaknya juga bakal memasang jaringan wifi terstruktur yang mudah diakses siswa dengan gratis. “Sebagai pendukungnya kami akan menggelar lomba kemampuan membaca buku antarsiswa,” kata Asep.

Kemudian, kata dia, untuk memotivasi siswa membaca buku, guru di kelas memberikan tugas menilai dan menganalisis jumlah buku, judul buku, dan timbangan buku yang dibaca oleh siswa.

“Pada mata pelajaran tertentu, terutama pelajaran bahasa, siswa wajib memberikan resume buku yg dibaca siswa minimal 1 buku dalam 1 semester,” ujarnya.

Dirinya berharap, peringatan Hari Buku Sedunia bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas siswa dalam membaca buku.

“Buku adalah jendela dunia. Dengan rajin dan rutin membaca, maka banyak yang akan kita ketahui dan kita pahami. Dari yang semula tidak tahu menjadi tahu,” ucapnya.(add/dan)

BACA JUGA:  Tingkatkan Minat Baca, Diskusi di Ruang Publik