NU Pertanyakan Kontribusi PKB dan PPP

PURWAKARTA-Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang digelar di Al-Muhajirin Kampus III usai terlaksana, Senin (8/10) lalu.

Namun, kegiatan yang digelar sebagai bentuk dimulainya berkhidmat atau dimulainya pengabdian terhadap NU tersebut, ternyata menyisakan kekecewaan mendalam, terutama kepada rekan-rekan yang memilih pengabdiannya lewat jalur politik.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purwakarta, H Saparudin S.Fil.I, MM.Pd.

Ia menegaskan, jangan pernah ber-PKB kalau tidak berkhidmat dan berkontribusi kepada Nahdlatul Ulama (NU).

“Apa kontribusi DPC PKB dan PPP terhadap NU? Padahal mereka itu merupakan kader yang lahir dari NU. Diakui atau tidak, PKB itu dilahirkan oleh NU. Kalau kemudian yang dilahirkan itu tidak berkhidmat kepada yang melahirkan, lha ini bagaimana?” ujar H. Saparudin dengan nada kesal, Selasa (9/10).

Kekesalan H. Saparudin sangat beralasan. Pasalnya dari awal lahir partai berlambang bola dunia itu didirikan sebagai wadah dan aktivitas politik warga NU. “Artinya, kalau sudah ber-PKB itu artinya ya ber-NU,” kata dia.

H. Saparudin menambahkan, NU itu organisasi terbesar di Indonesia. Selama ini, menurutnya, NU selalu berpikir bagaimana mensejahterakan masyarakatnya yang mengelola berbagai macam lembaga di dalamnya.

“Ini ibaratnya ada anak yang dilahirkan, tapi kemudian tidak berhkidmat kepada orangtuanya, tidak pernah mau tau urusan orangtuanya. Tentunya selaku orangtua merasa menyesal melahirkan anak seperti itu. Ya tidak usah dilahirkan saja sekalian,” ucapnya.

Selain itu, ia menilai saat ini DPC PKB Purwakarta tidak dikelola dengan sistem manajemen dan administrasi yang baik pula. “Buktinya itu tadi. Selama ini tidak ada kontribusinya sama sekali baik dari segi yang menunjang operasional organisasi maupun kebijakan-kebijakan yang sifatnya bermanfaat kepada PC. NU secara jamaah maupun NU secara jamaah ” katanya.(add/din)