Siapkan 100 Ton Beras untuk Korban Banjir

YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES BANTUAN: Baznas Kabupaten Subang memberikan bantuan makanan siap saji ke posko di wilayah Pamanukan.

SUBANG-Bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Pantura mulai berdatangan. Termasuk dari  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Bulog yang bergerak cepat memberikan bantuan.

Ketua Baznas Subang KH. Musyfik Amarullah LC mengatakan, pihaknya langsung turun ke wilayah Pantura untuk meninjau dan memberikan bantuan terhadap para korban bencana banjir. Ada dua tim yang diterjunkan yakni tim di Pamanukan dan tim di Sukamandi.

“Kita langsung datang ke lokasi dan memberikan bantuan, kita bagi menjadi dua tim,” katanya kepada Pasundan Ekspres, Senin (8/2).

Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa makanan siap saji, beras, mie instan dan air minum kemasan. Bantuan tersebut  ke posko  Koramil Pamanukan  dan juga di MT Nurul Jannah Dusun Rawasari Desa Sukamandi.

Sementara itu Wakil Pimpinan Bulog Subdivre Subang Umar Said mengatakan, sudah menyiapkan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk membantu korban bencana banjir di wilayah pantura sebanyak 100 ton. Namun pihaknya masih menunggu instruksi dari Bupati Subang. Mengikuti prosedur dalam pemberian bantuannya.

“Kita bisa salurkan cadangan beras pemerintah by name by adrees. Namun tetap menunggu instruksi Bupati Subang. Saat ini kita belum terima instruksi,” katanya.

Dia mengatakan, akibat bencana banjir ini penyerapan gabah kering giling menjadi terhambat. Pasalnya banjir terjadi juga di area pesawahan. Dia memperkirakan, masa panen di bulan Maret – April 2021.

“Sehinga pada saat panen pastinya berpengaruh terhadap kualitas beras tersebut. Aturan dari Intruksi Presiden dalam penyerapan gabah kering giling dengan kadar air 14 persen, dan hampanya 3 persen,” katanya.

Kepala Bagian Kesra Setda Subang Iwan Budianto mengatakan, pihaknya siap menyalurkan bantuan apabila ada instruksi dari Bupati Subang.

“Kita siap. Menunggu instruksi Bupati Subang meknisme administrasinya,” katanya.

Sementara itu PLT kepala Dinas pertanian Hendrawan mengatakan, sampai saat ini masih menginventarisir berapa luasan hektar sawah yang terendam banjir tersebut.

“Masih kita data kerugian dari banjir terhadap sawah para petani,” katanya.(ygo/ysp)