Akibat Ini, Ratusan Hektare Kolam Ikan di Pagaden Gagal Panen

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES GAGAL PANEN: Kolam ikan di sekitar kawasan PT Taifa Jaya Develovment yang dipastikan gagal panen.

SUBANG-Beberapa kolam ikan dari Desa Gunung Sembung dan Desa Gembor dipastikan gagal panen. Pasalnya, Minggu (3/1) kolam ikan di kawasan tersebut air nya meluap akibat salurannya tersumbat oleh pembangunan kawasan PT Taifa Jaya Development.

Salah satu Petani Ikan, Icah (67) menyebutkan sekitar 7 ton ikan nila siap panen miliknya dipastikan hilang akibat meluap kolam ikannya. “Ya pasrah saja a, ikan sudah mau panen, untuk pakannya saja kemaren sudah habis berapa. Pembeli sedang susah juga, eh tambah-tambah kemaren airnya meluap, bingung Emak juga harus gimana ini,” jelasnya.

Icah juga menceritakan detik-detik bagaimana kolam ikan dan beberapa kolam ikan milik tetangganya, meluap akibat air tidak mengalir tersendat oleh gorong-gorong pembangunan PT Taifa Jaya Development. Sekitar pukul 15.00 WIB, setelah hujan sejak siang pada hari Minggu (3/1) tidak juga reda air mulai naik.

“Air itu ya mulai naik waktu Ashar. Hujan tuh dari siang kan gak berhenti, naik terus air. Sampai kandang bebek itu sudah ngambang, kaya laut aja empang mah, gak keliatan pematangnya. Satu jam kemudian, sekitar 17.30 WIB itu baru surut lagi air nya,” ungkap Icah.

Jauh sebelum itu, sekitar bulan Oktober tahun lalu, Pembangunan di sekitar PT Taifa Jaya Development dan PT. Meiloon Technology Indonesia di Desa Gunung Sembung, Kecamatan Pagaden Subang, juga sempat dikomplen warga setempat. Pasalnya, gorong-gorong tersebut dinilai terlalu kecil untuk aliran debit air yang cukup banyak dari Sungai Barsole.

Warga sekitar Akew menyebut, jika ukuran gorong-gorong terlalu kecil hingga aliran sungai barsole tersendat. “Ini gorong-gorongnya terlalu kecil, takutnya jika turun hujan air yang makin banyak ikut tersendat. Lalu meluap sampai ke pemukiman warga,” ujarnya.

Belum lagi, menurut Akew, di sekitar situ banyak terdapat kolam ikan warga. Mereka merasa was-was jika air sungai barsole meluap berdampak pada kolam ikan. “Kasian yang punya kolam ikan di sini, kalau sampai meluap sungai Barsole karena tersendat aliran airnya oleh gorong-gorong yang sempit, bisa gagal panen,” tambahnya.

Diketahui di kawasan tersebut sedang dibangun perusahaan PT. Taifa Jaya Development dan PT. Meiloon Technology Indonesia. Kawasan industry yang akan dibuat oleh PT. Taifa Jaya Development yang bergerak dibidang real estate (Kawasan industry)

Sedangkan PT. Meiloon Technology Indonesia bergerak dibidang industry manufaktur peralatan audio dan video elektronik yang akan mampu menyerap sekitar 2.000 orang tenaga kerja.

Warga Gunung Sembung yang lain, Carli menyebut bahwa harapannya pada pelaksana proyek agar memperhatikan lingkungan, sehingga tidak merugikan masyarakat sekitar. “Ya jangan sampai ada masyarakat di sekitar sini dirugikan. Sebab dengan tersendatnya aliran sungai ini, apalagi jika hujan, kami merasa khawatir. Jangan sampai setelah ada kejadian nanti baru rame, perhatikan lah tolong,” ujarnya.

Pelaksana proyek, saat coba dikonfirmasi oleh Pasundan Ekspres tidak ada yang bisa ditemui. Salah satu pengemudi alat berat yang tidak mau menyebutkan namanya menjelaskan bahwa dirinya hanya sebagai pelaksana saja. “Harus konfirmasi pada atasan, saya hanya pelaksana,” pungkasnya.(idr/vry)