dr Maxi Sebut Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang Pionir Isolasi Mandiri

Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang
TERHARU: Salah satu pasien Covid-19 yang diisolasi mandiri di majelis taklim Al Mansyur dinyatakan sembuh dan disambut keluarga, disaksikan dr Maxi. VERRY KUSWANDI/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

Kekompakan Tim Relawan Support Pasien dan Keluarga

Isolasi Mandiri di kampung halaman, ternyata sangat manjur untuk penyembuhan pasien positif Covid-19. Diterima dan mendapat dukungan penuh warga sekitar, dari mulai keluarga, tetangga dan sahabat, membuat tiga pasien yang positif Covid-19 di Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang sembuh.

Kekompakan masyarakat Kampung Lima Ratus Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang diapresiasi tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19. Kepulangan pasien positif yang sembuh pun disambut haru keluarga, tetangga dan kerabat di lingkungan sekitarnya, Jumat (28/6).

“Dengan isolasi mandiri di desa masing-masing, Alhamdulillah hari ini kabar baik, ada tiga orang yang sudah negatif dan dinyatakan sembuh. Kami kembalikan, pulangkan kepda pihak keluaganya dan disambut warga masyarakat Sindangsari. Ternyata dengan isolasi mandiri perasaan lebih enak dengan keluarga dan didukung oleh masyarakat,” kata dr Maxi, Jubir GTPP Covid-19 di lokasi Isolasi Mandiri Majelis Taklim Darul Ghufron Al Mansyur Kampung Lima Ratus.

Baca Juga:Gus Ahad: Mayoritas Masyarakat Penerima Bantuan Sosial Ingin Dana TunaiLama Menderita Sakit Gula, Cicih Warga Kampung Kiara Koneng 2 Desa Talagasari Dapat Kabar Baik

Dr Maxi mengingatkan agar masyarakat jangan takut dengan kepulangan pasien yang sudah negatif, karena sudah sembuh. Pada kesempatan tersebut, dr Maxi mengambil keputusan untuk menjadikan warga Desa Sindangsari sebagai Pahlawan Covid-19.

Apresiasi kekompakan masyarakat tangani pasien Covid-19

Pasalnya, dr Maxi mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Sindangsari untuk menangani pasien Covid-19 dari mulai terpapar dan sempat menjadi cluster hingga kesembuhan pasien yang positif dan pulang kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Desa Sindangsari ini mengambil kesempatan menjadi pahlawan Covid-19. Dalam situasi sulit semua elemen bergerak membantu tim gugus tugas, meskipun banyak sekali drama yang terjadi. Desa Sindangsari adalah pionir yang mau menerima pasien positif Covid-19 untuk isolasi mandiri. Terima kasih kepada semua elemen yang membantu, terutama tim relawan pa Buhori,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak enam orang yang menjalani isolasi mandiri di Majelis Taklim Darul Ghufron Al Mansyur selama Sembilan hari. Tersisa tiga orang lagi yang masih positif dan mendapat support dari warga sekitar.

Mengenai tiga pasien yang masih positif, dr Maxi mengatakan, satu pasien inisial U sudah negatif tapi kemudian positif lagi. Kemudian inisial G masih tetap positif. Sementara yang pasien wanita inisial U sudah negatif pertama dan akan di swab lagi.

0 Komentar