Emil Tertarik Kembangkan Wisata Olahraga di Bukit Nyomot

DIALOG: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Subang H.Ruhimat saat melakukan kunjungan ke Bukit Nyomot di Serangpanjang. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

Hingga Pengelolaan Ketahanan Pangan

SUBANG-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tertarik untuk mengembangkan pariwisata olahraga di wilayah Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang. Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Jawa Barat yang biasa disebut Kang Emil itu, setelah beberapa waktu lalu meninjau bukit nyomot di Serangpanjang.

Menurutnya, kawasan bukit ini selain kontur tanahnya berbukit bukit sangat cocok dan akan rekomendasikan untuk menjadi pariwisata olahraga para layang. “Bisa dilihat kawasan perbukitan ini bawahnya lembah, ini sangat cocok sekali untuk wisata para layang. Mudah mudahan nantinya wisata para layang ini bisa jadi level Internasional. Pemprov pastinya akan dukung semua kebaikan dan usulan usulan dari Pemkab Subang,” ungkap Emil.

Sedangkan untuk ketahanan pangan di wilayah bukit nyomot yang berada di area lahan Perhutani, menurut Kang Emil pengelolaannya belum termanfaatkan dengan baik. “Nah, kita usulkan pertama kerjasama, diambil alih operasionalnya oleh pihak setempat. Kedua akan kita tanami sesuai arahan Pak Presiden (Joko Widodo) tentang swasembada pangan dengan Mentri Pertahana (Menhan). Nanti kita bangun kerjasama. Untuk jenis komoditi yang kita tanam, pakah bentuknya ubi ubian, kacang-kacangan, beras, yang pasti potensinya ada,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Subang H.Ruhimat mengatakan, terkait rencana program ketahanan pangan pihaknya telah melakukan langkah kerjasama dengan pihak Perum Perhutani KPH Purwakarta. “Alhamdulillah, Pak Gubernur Ridwan Kamil sangat kagum dengan rencana program ketahanan pangan ini. Dan kita telah melakukan MoU dengan Pihak Perhutani.

Dari luas sekitar 4.000 hektar tanah Perhutani di wilayah Kecamatan Serangpanjang, Sagalaherang, Dawuan, Kalijati dan Cipeundeuy. Rencananya kita akan jadikan klaster pangan dalam rangka ketahanan pangan, baik itu di klaster pertanian dan peternakan. Kawasan hutan Perhutani ini berada di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Purwakarta,” pungkasnya.(idr/sep)