Gerakan Percepatan Tanam Padi, Jaga Ketahanan Pangan dan Produksi

TANAM PADI: Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kementerian Pertanian Dr. Ir. Maman Suherman MM secara simbolis menanam padi pada kegiatan gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi di Kecamatan Pusakajaya. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Kementerian Pertanian bersama Dinas Petanian Kabupaten Subang melaksanakan kegiatan gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi di Kecamatan Pusakajaya, Kamis (19/9).

Kegiatan dilakukan di dua titik lokasi kelompok tani Desa Bojong Jaya. Kegiatan ini turut juga dihadiri Danramil Pusakanagara bersama anggota, UPTD Pertanian Pusakajaya, SSI Kec. Pusakanagara, Polsek Pusakanagara, Para kelompok tani, penyuluh serta POPT.

Kepala Biro Umum dan Pengadaan Kementerian Pertanian Dr. Ir. Maman Suherman MM mengatakan, gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi ini dilakukan untuk memaksimalkan air yang ada di saat terjadi musim kemarau. Untuk itu, pihaknya berusaha menggerakan para petani bersama stakeholder tekait untuk mencapai target tanam.

“Alhamdulillah seperti di Pusakajaya ini, kita punya target tanam 3000 hektare lebih, sekarang sudah tanam 1400an,” kata Dr. Ir. Maman saat diwawancarai.

Hal itu dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan dan produksi padi kedepanya. Selain itu, untuk memperlancar program ketahanan pangan sendiri, dari Kementrian juga siap mensupport melalui berbagai penyaluran bantuan seperti benih, traktor, pompa air, juga pupuk bersubsidi.

“Kemudian kita bantu operasional, kalau misalnya membutuhkan bahan bakar kita bantu lah, soal pencegahan OPT juga kita kawal, yang penting pada saatnya nanti petani bisa memanen padi dengan hasil yang maksimal,” jelasnya.

Kabid Tanaman Pangan Ir H. Asep Heryana menuturkan, saat ini Kab. Subang sendiri memiliki luas lahan pertanian sebanyak 84570 hektare. Lalu untuk masa tanam bulan April-September ini, Pemerintah Kab. Subang melalui Dinas Pertanian menargetkan 8500 hektare sawah untuk bisa tanam.

“Saat ini posisinya sudah direalisasikan sebanyak 4700 hektare dari Target 8500. Tapia da target juga dari pusat itu untuk Subang hingga September harus bisa mencapai 25000 hektare,” ucap Asep Heryana.

Untuk itu pihaknya terus menggenjot, pelaksanaa gerekana percepatan tanaman di Kab. Subang yang saat ini dilaksanakan di Kec. Pusakajaya. Asep juga menargetkan, pada September ini bisa semakin banya lahan pertanian yang telah tanam dan mencapai target.

“Agar hasilnya itu bisa dipanen pada akhir Desember 2019 yang masuk dalam produksi pangan tahun 2019, kalau tidak memungkinkan, ya kita targetkan Oktober sudah bisa tanam semua. Mungkin nanti panen nya di tahun 2020 awal ya, Alhamdulillah sekarang air juga sudah banyak mengalir kewilayah sini” bebernya.

Mengenai gerakan percepatan tanam yang disupport oleh Kementrian Pertanian sendiri, Asep menuturkan untuk Kab. Subang beberapa program telah disalurkan seperti bantuan pompa air, benih padi, pupuk bersubsidi juga ada program padi gogo yang dilaksanakan di Kec. Pusakanagara.

“Ini juga pompa air sudah dipakai, lalu ada juga seperti di Kotasari yang bisa mengambil air dari Cipunagara

Sementara itu, Camat Pusakajaya Vino Subriadi yang pertama kalinya hadir di Pusakajaya usai mendapat rotasi, mengaku akan mulai beradaptasi dan memperdalam pengetahuan soal pertanian di Pusakajaya. Sebab kata Camat Vino, tempat yang baru pastinya juga terdapat hal-hal baru yang harus disesuaikan.

“Tapi Insyaallah saya juga sudah ada komunikasi dengan Pak Danramil, soal pertanian ini akan secepatnya menyesuaikan. Karena pasti beda dengan di Cisalak tempat saya bertugas kemarin,” ungkapnya.

Camat Vino melanjutkan, dari data yang terima lahan pertanian di Kec. Pusakajaya yanga da saat ini sebanyak 3907 hektare. Lalu, sebanyak 1451 hektare sudah tanam serta 409 telah dilakukab persamaian.

“Jadi ada sebanyak 2047 hektare lagi yang akan terus kita genjot untuk bisa tanam dan berkomunikasi dengan petani dan kelompok petani,” kata Camat Vino. (ygi/sep)