Kepala Desa di Kecamatan Pusakajaya Minta Penyaluran BST Ditunda

Kecamatan Pusakajaya
ANTRE: Petugas menyalurkan BST Kemensos kepada warga penerima di Kantor Pos Pusakanagara. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

Quota Penerima Turun Drastis

SUBANG-Setelah Kecamatan Pagaden Barat, Para Kepala Desa di Kecamatan Pusakajaya ajukan penundaan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) Kemensos Tahap III serta Bansos Provinsi Tahap II oleh Kantor Pos.

Permohonan penundaan ini dilakukan merespon penurunan signifikan pada keluarga rumah tangga sasaran (KRTS) penerima Bansos Provinsi Jawa Barat dari jumlah sebelumnya mencapai 3.789.089 menjadi 1.392.407 penerima. Untuk Kabupaten Subang dari 228.957 jadi 47.721 penerima.

Kepala Desa Pusakajaya Heri Bahtiar menyebut, Kepala Desa di Kecamatan Pusakajaya juga diwilayah Kecamatan lain melayangkan permohonan penundaan penyaluran BST Kemensos Tahap III serta Bansos Provinsi Tahap II.

Baca Juga: Bantuan Sosial Tunai Tahap 3 Mulai Digulirkan, Nominal Turun Jadi Rp300.000

“Karena ada penurunan signifikan data penerima yang dialami oleh desa-desa. Apalagi soal bantuan ini sangat sensitif,” ucapnya.

Heri juga menyebut, APDESI Kabupaten Subang juga tengah menindaklanjuti perihal perubahan dan penurunan KRTS penerima bansos Provinsi dengan melakukan audiensi dengan Dinas Sosial Kabupaten Subang. “Betul di Subang tengah ditindaklanjuti oleh Apdesi, baik audiensi dengan Dinsos juga Bupati,” jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Cidadap Pagaden Barat, Taswan Sucipto permintaan penundaan pencairan itu dikarenakan tidak kunjung datangnya Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi tahap 2 dan tidak jelasnya data Keluarga Penerima Manfaaat (KPM) antara data KPM tahap pertama dan kedua.

“Jadi, alasan penundaan penyaluran BST Kemensos tahap III ini untuk segi keamanan dan ketertiban masyarakat yang begitu sensitif terhadap bantuan dampak Pademi Covid-19,” ujar Taswan.

Dikatakan, permohonan penundaan tersebut sudah disepakati oleh seluruh kepala desa se-Pagaden Barat. Pihaknya meminta kepada Kantor Pos Pagaden sebagai eksekutor penyaluran bantuan social tersebut untuk menunda pencairan BST Kemensos tahap 3 itu.

“Apalagi data penerima Bansos Provinsi ada pengurangan hampir 80 persen. Di desa kami saja yang mendapat Bansos tahap ke I berjumlah 435 KK, sekarang hanya 18 KK dan siapa orangnya yang dapat bantuan kami juga tidak tahu. Hal ini jelas akan jadi boomerang bagi kami yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” keluh Taswan.(ygi/sep)