Pedagang Tak Ingin Pujasera Diubah, DKUPP Kabupaten Subang Seleksi Ulang Tender

YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES PUJASERA: Kondisi pasar Pujasera di belakang Bioskop Chandra, yang menjual daging dan sayuran hingga saat ini.
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES PUJASERA: Kondisi pasar Pujasera di belakang Bioskop Chandra, yang menjual daging dan sayuran hingga saat ini.
0 Komentar

SUBANG-Pemerintah Daerah Kabupaten Subang kembali menggaungkan pembangunan Mal. Sebelumnya seleksi pembangunan yang diikuti para pengusaha untuk membangun mal, hotel, trade centre dengan biaya Rp450 miliar tersebut, tidak dilakukan atau batal, karena adanya mal adminstrasi di lingkup Panselda.

DKUPP yang menjadi leading sektor, kini tengah melakukan evaluasi dan mempersiapkan seleksi ulang untuk pembangunan tersebut. Kini beredar isu di kalangan para pedagang yang tidak ingin pasar milik pemerintah daerah tersebut diubah menjadi mal atau bangunan modern lainnya.

Pedagang Sayuran pasar Pujasera Yati Sumiyati (49) mengatakan, lebih baik pembagunan mal dan lainnya urung dilakukan. Pasalnya, dengan kondisi yang sulit karena pandemi sejak 2 tahun kebelakang penghasilan pedagang tidak menentu. “Dagang begini saja sudah bingung, apalagi mau dagang di mal atau lainnya,” katanya.

Baca Juga:Wartawan tak Hanya Harus Cerdas Berpikir tapi juga BerkomunikasiJabar Bakal Jadi Ikon Inacraft 2022

Pedagang Busana Ratna Dewiyanti (40) mengaku lebih memilih berdagang seperti saat ini. Jika terbangunnya mal belum tentu penghasilannya akan lebih baik dari saat ini. “Begini saja lah keadaannya. Toh, pedagang masih senang kondsi yang saat ini,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pasar DKUPP Kabupaten Subang Junaidi mengatakan, lelang ulang pembangunan tersebut dilakukan evaluasi dengan saran dan analisa dari BPKP RI, jika melihat dari seleksi Mal Pujasera beberapa tahun yang lalu. Jika ditanyakan mengenai kapan akan dilakukan evaluasi, Junaidi mengatakan, kelayakan tahun 2022 sangat bisa dilakukan lelang, namun tetap harus dilakukan evaluasi secara komprehensif. “Jika disebut apakah sudah bisa di lakukan pada tahun 2022?, Saya sampaikan bisa. Tentunya ini harus dilakukan secara bersama-sama. Fimana ada 3  tim, yaitu tim persiapan, tim bangun guna serah, dan tim seleksi,” katanya.(ygo/vry)

 

0 Komentar