Waspada Fintech, Jangan Tergiur Pendanaan Instan

IMBAUAN: Kasi Pengembangan Ekosistem dan e-Goverment Diskominfo Subang Siska Subangkit menjelaskan tentang fintech. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Subang, mengimbau warga bijak dalam memilih pembiayaan teknologi financial techonlogy (Fintech). Pasalnya, Fintech saat ini menjadi viral, dimana debitur yang meminjam merasa diteror dengan cara penagihan si penagih, yang bisa mengkloning daftar telpon hingga mengancam.

Kepala Seksi Pengembangan Ekosistem e-Goverment Diskomimfo Kabupaten Subang Siska Subangkit S.Ap. MT mengatakan, jika diperhatikan di Subang banyak yang mengeluhkan adanya Pinjaman online (Pinjol). Diskominfo Subang sendiri belum ke taraf wewenang untuk mengatur Pinjol tersebut. Meski demikian, Pinjol ada dua tipe, yaitu yang legal dan juga ada yang ilegal. Pinjol yang legal terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),

BACA JUGA:  Diskominfo Imbau Tidak Simpan Video Pribadi di Smartphone

Sedangkan yang ilegal tidak terdaftar. “Nah, yang menggurita sekarang ini adalah pinjol yang tidak terdaftar di OJK,” ujarnya.
Mengenai fintech, Siska menjelaskan, pihaknya mendapatkan keluhan mengenai adanya pinjol yang tidak terdafat di OJK. Mulai dari menagih dengan mengancam akan menyebarkan data, menghubungi orang terdekat bahkan rekan kerja dan lainnya. Pihaknya tidak bisa apa-apa, dikarenakan biasanya pinjol yang tidak terdaftar OJK, bisa mengkloning daftar telpon si peminjam. “Aplikasi Pinjol yang tidak terdaftar di OJK, bisa mengkloning daftar telpon si peminjam, sehingga jika peminjam tidak bisa membayar tagihannya si pemberi pinjaman akan membuat malu peminjam, dengan menghubungi teman, keluarga peminjam,” terangnya.