Ingin Menikah? Ikuti Cara Mudah Mengurus Surat NA untuk Pernikahan

Ingin Menikah? Ikuti Cara Mudah Mengurus Surat NA untuk Pernikahan
Ingin Menikah? Ikuti Cara Mudah Mengurus Surat NA untuk Pernikahan

Tata Cara Mengurus Dokumen atau Surat NA untuk Pernikahan

Pernikahan adalah Hal yang sakral dan tentu dinant-nantikan oleh setiap orang, terutama untuk perempuan. Pernikahan tidak hanya menyatukan 2 hati dari pasangan, tetapi juga menyatukan kedua keluarga, serta juga ada proses yang harus dilewati

Untuk Melangsungkan pernikahan, tentu saja harus mengurus surat – surat atau berkas dokumen pernikahan yang dharus disiapkan dari kedua belah pihak calon pengantin.

Berikut Beberapa Cara Mudah Mengurus Dokumen / NA untuk Pernikahan

Ingin Menikah? Ikuti Cara Mudah Mengurus Surat NA untuk Pernikahan
Cara Mudah Mengurus Surat NA untuk Pernikahan

Prosedur ini untuk calon suami (persiapkan juga berkas untuk calon istri)

  1. Pihak laki – laki mendatangi kantor kelurahan / kantor desa setempat, untuk meminta surat NA sebelum di bawa ke KUA,
  2. Sebelum itu, persiapkan dulu yang asli dan fotocopy yaitu: KTP kedua Pasangan, Kartu Keluarga kedua pasangan, Akta Kelahiran kedua pasangan, Ijazah terakhir (jika menikahnya di luar kota di tempat calon mempelai perempuan). Serta Akta cerai (untuk yang sudah bercerai dan ingin menikah lagi)
  3. Jika nomer 2 sudah siap, bisa mendatangi kantor kelurahan atau kantor desa setempat,
  4. Lalu meminta untuk dibuatkan NA untuk pernikahan, maka pihak kantor kelurahan atau kantor desa akan langsung faham, kita tinggal menunggu
  5. Biasanya hanya beberapa puluh menit jika ada Kepala Desa atau Kepala Kelurahan setempat.
  6. Setelah selesai dari Kantor kelurahan/kantor desa, kita bisa lanjut ke KUA setempat (tempat tinggal laki-laki) dengan membawa berkas atau dokumen syarat pernikahan yang tadi didapat di kantor desa atau kantor keluarahan
  7. Sesampainya di KUA setempat, kita tinggal sebutkan keperluan kita, yaitu untuk megurus surat pernikahan, nikahnya di tempat tujuan yaitu (sebutkan tempat tujuan)
  8. Biasanya jika ada Kepala KUA atau pejabat bersangkutan untuk tandatangan, maka pembuatan berkas untuk menikah bisa ditunggu
  9. Setelah selesai, kita tinggal membawa berkas atau dokumen tersebut ke KUA yang dituju (KUA tempat calon pasangan wanita/tempat kita ingin melaksanakan akad nikah / ijab qabul untuk melapor ke KUA tersebut bahwa akan menikah -Di KUA atau di Gedung atau pun di Rumah)
BACA JUGA:  Emil: Kunjungan Anies Tidak Perlu Dikaitkan Pilpres 2024

Persyaratan yang harus disiapkan ketika akan datang ke KUA Kecamatan (Tempat nikah yang Dituju) sebagai berikut:

  • Surat keterangan untuk nikah (model N1)
  • Surat keterangan asal-usul (model N2)
  • Surat persetujuan mempelai (model N3)
  • Surat keterangan tentang orang tua (model N4)
  • Surat pemberitahuan kehendak nikah (model N7) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  • Bukti imunisasi TT1 calon pengantin wanita, Kartu imunisasi, dan Imunisasi TT II dari Puskesmas setempat.(untuk yang belum pernah menikah)
  • Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30.000
  • Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orangtua/wali
  • Pas foto ukuran 3 x 2 sebanyak 3 lembar
  • Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum berumur 19 tahun dan bagi calon isteri yang belum berumur 16 tahun
  • Bagi anggota TNI/POLRI membawa surat izin dari atasan masing-masing
  • Surat izin Pengadilan bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang
  • Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989
  • Surat keterangan tentang kematian suami/istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat berwenang yang menjadi dasar pengisian model N6 bagi janda/duda yang akan menikah.
  • Pas photo  3×4 = 2 lembarr, apabila calon istri luar daerah, pas photo 2×3 = 5 lembar, apabila calon istri satu daerah /satu Kecamatan

Prosedur untuk calon istri

  • Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Belangko N1, N2, N3 & N4.
  • Datang ke KUA setempat untuk mendaftarkan Nikah dan pemeriksaan administrasi (bersama Wali dan calon suami)
  • Calon Suami & Calon Istri sebelum pelaksanaan nikah akan mendapatkan Penasihatan Perkawinan dari BP4.

Lampiran :

  • Fotokopi KTP, Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK) caten.
  • Fotokopi Kartu Imunisasi TT Pas foto latar biru ukuran 2 X 3 masing-masing caten 5 lbr.
  • Akta Cerai dari PA bagi janda/ duda cerai.
  • Dispensasi PA bila usia kurang dari 16 pi dan 19 pa.
  • Izin atasan bagi anggota TNI/ POLRI
  • Surat Keterangan Kematian Ayah bila sudah meninggal
  • Surat Keterangan Wali jika Wali tidak sealamat dari Kelurahan setempat
  • Dispensasi Camat bila kurang dari 10 hari
  • N5 (surat ijin orang tua) bila usia caten kurang dari 21 th
  • N6 (Surat Kematian suami/istri) bagi janda/duda meninggal dunia
BACA JUGA:  Peran Penyuluh Agama Honorer Antisipasi Ajaran Menyimpang

Adapun alur pernikahan yang perlu diketahui adalah:

  1. Mendatangi RT/RW setempat untuk mengurus Surat Pengantar ke kelurahan/desa.
  2. Mendatangi kelurahan/desa untuk mengurus Surat Pengantar Nikah ke KUA.
  3. Jika pernikahan dilangsungkan kurang dari 10 hari dari waktu pendaftaran, harus meminta keterangan dispensasi dari kecamatan.
  4. Melaksanakan akad nikah sesuai dengan tempat dan waktu yang telah disepakati sebelumnya.
  5. Membayar biaya akad nikah jika dilakukan di luar KUA, lalu serahkan bukti pembayaran ke KUA.
  6. Mendatangi KUA langsung jika akad nikah dilakukan di KUA, sekaligus memeriksa surat-surat dan data calon pengantin beserta wali nikah.
  7. Melunasi biaya pernikahan jika menikah di luar jam kerja.
  8. Mengecek keaslian buku nikah.

Tidak terlalu rumit bukan syarat untuk menikah? jadi untuk para pasangan yang sudah mencapai umur baligh, sudah mempunyai pekerjaan dan/mau berusaha untuk mencari nafkah, kedua pasangan sudah sama-sama saling mengenal, dan bisa memegang komitmen, maka sudah saatnya melangsungkan pernikahan

Jangan ditunda, jika tidak mau menumpuk dosa, lebih baik menikah banyak ibadah yang bisa dilakukan berdua, bahkan berpegangan jari jemari pun jadi ibadah untuk melunturkan dosa.

Jadi, bagi yang sudah megurus surat-menyurat dan ingin segera menikah, semoga dilancarkan ya, jika ada yang ditanyakan, silahkan di kolom komentar (Re/Jni)