Ini Tujuh Perintah Jokowi Kepada Menteri Barunya, Tidak Mampu Siap-siap Dicopot

Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman berharap enam menteri dan lima wakil menteri (wamen) yang baru dilantik Rabu (23/12) kemarin, mampu melaksanakan tujuh perintah Presiden Joko Widodo.

Adapun perintah itu juga pernah disampaikan Jokowi saat pelantikan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Fadjroel kembali berharap tujuh perintah ini juga dapat dilaksanakan para menteri dan wamen yang baru bergabung dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Ketujuh perintah itu antara lain, pertama, jangan korupsi dengan menciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi. Kedua, tidak ada visi dan misi menteri, yang ada visi dan misi presiden-wakil presiden.

Ketiga, kerja cepat, kerja keras, dan kerja produktif; keempat, jangan terjebak rutinitas yang monoton; kelima, kerja berorientasi pada hasil nyata, tugas kita bukan hanya menjamin sent, namun delivered.

Keenam, selalu cek masalah di lapangan dan temukan solusinya. Dan ketujuh, semuanya harus serius dalam bekerja.

Bahkan, Kepala Negara memastikan menteri yang tidak bersungguh-sungguh dan serius menjalankan tugasnya bisa dicopot dari jabatannya di tengah jalan.

“Saya pastikan yang tidak bersungguh-sungguh, tidak serius, bisa saya copot di tengah jalan,” tutur Fadjroel Rachman dalam keterangannya menirukan ucapan Jokowi.

Ia menambahkan, tujuh perintah itu dilaksanakan bersamaan dengan visi dan misi serta prioritas kerja yang sangat kokoh dari pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin yang menjadi dasar terbentuknya the governing president dan the governing government sekarang ini.

“Semua kebijakan Presiden Joko Widodo merupakan pelaksanaan kewajiban konstitusional sesuai sumpah Presiden di depan MPR RI. Tujuannya untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia serta mewujudkan kesejahteraan umum yang merata dan mencerdaskan kehidupan bangsa bagi seluruh rakyat Indonesia. Setia, menjaga, dan membela ideologi Pancasila, UUD 1945, Merah Putih, Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,” papar Fadjroel.

Menurut Fadjroel, Kabinet Indonesia Maju bersama-sama sebagai kesatuan tim kerja akan menuntaskan visi sekaligus legacy (warisan) Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin yaitu terwujudnya Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong.

Dilengkapi dengan misi Nawacita serta lima prioritas kerja (panca karya) yaitu: Pembangunan Sumber Daya Manusia; Pembangunan Infrastruktur; Penyederhanaan Regulasi; Penyederhanaan Birokrasi; dan Transformasi Ekonomi. Termasuk mewujudkan Ibu Kota Negara baru di Bukit Sepaku, Penajam, Kalimantan Timur; melaksanakan UU Cipta Kerja dan menuntaskan vaksinasi gratis Covid-19.(idr/ded)