Dinamika Perekonomian Indonesia Pasca Covid-19, Apakah Indonesia Akan Mengulangi Drama Krisis Moneter?

Oleh: Armanda Oki Prakoso
Mahasiswa Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Serangan covid -19 sedang berlangsung memporak porandakan seluruh tatanan negara maupun dunia. Tatanan yang sudah dirancang dengan apik terpaksa harus dibanting stir dan berusaha mencari jalan keluar untuk menyudahi wabah ini.

Wabah virus corana atau dengan nama lain covid-19 mungkin hanya membawa wabah penyakit saja, namun efek dari semua itu untuk menanggulangi wabah virus corona benar-benar menguras banyak pundi asset Negara.

Waktu ini seluruh sistem kenegaraan sedang difokuskan untuk mencari jalan keluar dari gejolaknya wabah corona. Semakin cepat wabah corona ini selesai maka seluruh kegiatan akan kembali berjalan dengan normal seperti biasanya.

Salah satu efek dari gejolaknya virus ini adalah runtuhnya perekonomian didunia. Untuk menghambat atau memutus mata rantai penyebaran virus corona ini sebagian negara didunia memutuskan kebijakan lockdown.

Artinya, seluruh masyarakat dilarang untuk bepergian keluar rumah apabila hal tersebut tidak mendesak, semua kegiatan yang ada dinegara tersebut harus berhenti, termasuk dengan kegiatan interaksi ekonomi antar negara atau antar wilayah dalam negara itu sendiri. Sehingga pendapatan masyarakat atau pendapatan negara pasca wabah virus corona anjlok secara drastis dari pendapaatan biasanya. Belum lagi sebagian anggaran negara harus dibelokkan untuk menangani wabah virus ini.

China merupakan negara pertama yang terserang wabah virus corona ini, lebih tepatnya dikota Wuhan. Ketika wabah ini semakin meluas dan sebagian negara sahabat memutuskan untuk menarik diri sementara dari kerja sama yang sebelumnya di jalin dengan negara China. Hal ini membuat ekonomi negara China terpukul.

Kerugian begitu besar di alami oleh negara China, dengan dana sebesar USD 445 miliar atau setara dengan Rp. 6.112 Triliun kabur dari pasar modal. Dilansir dari CNN, senin (3/2) indeks Shanghai turun 7,7%. Merupakan penurunan terburuk sejak agustus 2015.

Pemerintah Indonesia pemutuskan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang bertujuan untuk meminimalisir atau memutus mata rantai penyebaran covid-19. Jargon #DiRumahAja, pemerintah menghimbau seluruh masyarakat untuk melakukan semua kegiatan dirumah masing – masing dari pekerjaan, pendidikan, berbelanja, dan lain-lain dengan menggunakan aplikasi smartphone yang sudah ada. Mengoptimalkan aplikasi whatsapp, telegram, instagram, twitter, dll untuk melakukan komunikasi.

Berawal dari PSBB dan ketakutan masyarakat akan terpaparnya covid-19, banyak pabrik atau industri mengurangi jumlah produksi bahkan menutup sementara dikarenakan banyak karyawan tidak berani untuk keluar rumah atau bekerja seperti biasanya. Selain itu konsumen menurun drastis di karenakan alasan yang sama.

Covid – 19 benar – benar menghantui perekonomian di Indonesia. Segala kebijakan sangat di pertimbangkan oleh pemerintah. Penerapan PSBB merupakan solusi alternatif yang diambil dengan melihat kondisi Indonesia saat ini. Tidak semua negara mampu melakukan sistem lockdown untuk menangani wabah virus ini. Indonesia belum cukup mampu dari segi perekonomian apabila lockdown benar di jalankan, apalagi ketika lockdown di jalankan maka seluruh kegiatan akan terhenti termasuk kegiatan ekonomi negara. Sementara ini pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dan menjaga kebersihan supaya terhindar dari covid-19.

Negara Indonesia, saat ini lebih dari 50% provinsi sudah terpapar virus corona. Total kasus virus corona di Indonesia sejak 9 april 2020 sebanyak 3.293 positif, 280 meninggal, 252 sembuh. Melihat hal ini perekonomian Indonesia saat ini sangat terpuruk, bahkan mendekati era krisis moneter pada tahun 1998, yang mana kurs rupiah krisis moneter pada juli 1997 mencapai Rp. 3.633 per dolar dan pada mei 1998 nilai rupiah melemah menjadi Rp. 15.100 per dolar. Dan sampai pada saat ini kurs Mata uang rupiah munurun secara drastis. Sebelum adanya covid-19 kurs mata uang rupiah senilai Rp 15.960 per dolar, setelah covid-19 kurs mata uang rupiah kembali melemah, sampai saat ini kurs mata uang rupiah senilai Rp. 16,168 per dolar.

Anggaran yang di keluarkan negara untuk menangani wabah virus corona ini sebesar Rp. 405 triliun, yang dibagi untuk beberapa keperluan antara lain Rp. 110 triliun untuk program perlindungan social dan Rp. 75 triliun untuk kesehatan. Sementara Rp. 150 triliun untuk memulihkan perekonomian Negara dan Rp. 70,1 triliun insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat.

Perekonomian negara akan terus menerus turun apabila penanganan wabah virus corona tidak secara cepat dan tepat. Sangat diperlukan sebuah strategi dari pemerintah untuk mempertahankan perekonomian di Indonesia.

Namun strategi untuk mempertahankan perekonomian Negara ini akan sangat signifikan apabila masyarakat turut membantu dalam melancarkan strategi tersebut.

Sebagai warga negara, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu perekonomian Negara?

Terkadang pemikiran yang pendek lebh mendominasi kita untuk sebuah langkah yang besar. “kita hanya masyarakat kecil, kita bisa apa?” kalimat tersebut terkadang sering muncul, mrnandakan bahwa kita lebih sering mengeluh sebelum mencoba. Hal yang bisa kita lakukan untuk membantu perekonomian Negara ada banyak sekali, contohnya :

1. Menghemat uang belanja

Waktu ini seluruh masyarakat mengeluhkan tentang penghasilan pasca wabah covid-19 yang menurun. Hal ini merupakan salah satu aspek menurunnya perekonomian Negara. Menghemat uang belanja dirasa cukup signifikan untuk mempertahankan perekonomian, karena semakin mewabahnya covid-19 akan mengakibatkan masyarakat takut untuk beraktifitas lebih seperti biasanya, termasuk dalam hal bekerja, dan mengakibatkan pendapatan masyarakat akan semakin menurun.

2. Perbanyak keterampilan dan meningkatkan kualitas diri

Himbauan “Dirumah aja” seakan membunuh perlahan bagi masyarakat yang biasanya mendapat penghasilan dengan kegiatan diluar rumah. Saran pemerintah untuk mengalihkan semuanya dengan via online merupakan solusi yang paling solutif untuk saat ini menekan penyebaran covid-19. Meningkatkan keterampilan untuk melakukan pekerjaan via online dan tetap mendapatkan penghasilan akan sangat membantu perekonomian Negara, misalnya adalah berjualan secara online leat social media atau aplikasi – aplikasi yang sudah tersedia.

3. Mengekspos pariwisata Indonesia ke jejaring social di seluruh dunia

Dengan physical distancing saat ini tentunya seluruh masyarakat dunia sangat bosan dengan kegiatan yang itu-itu saja. Hasrat untuk pergi berlibur harus terpaksa tertahankan mengingat penyebaran covid-19 ini. Dengan mengekspos kekayaan pariwisata yang ada di Negara Indonesia ke jejaring sosial dunia maka secara tidak langsung akan mengundang turis luar negeri untuk berlibur di Indonesia, hal ini akan sangat berpengaruh pada perbaikan perekonomian Negara setelah wabah covid-19 mereda dan seterusnya.

Banyak hal yang mesti kita lakukan untuk untuk menghadapi masa sulit seperti ini. Selalu berproses untuk lebih produktif dengan mengindahkan himbauan pemerintah yaitu “Dirumahaja”. Mendongkrak potensi diri dan memperbanyak keterampilan dengan ide kreatif sebagai bentuk ekspresi tidak tunduk pada kondisi yang terpuruk. (*)