Masyarakat Lansia yang Hidup di Pedesaan Memaknai Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19
0 Komentar

Oleh:
1.Drs.Priyono,MSi( Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2.Siti Nur Aisah( Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah F.Geografi UMS)

Dalam sebuah diskusi online yang diadakan oleh kedutaan Besar Namibia, Afrika beberapa waktu yang lalu dengan menghadirkan atase kedutaan Mesir. Dr.K.H.Usman mengatakan bahwa pandemic covid-19 adalah sebuah cobaan dan bukan azab seperti halnya umat terdahulu pada kaum Musa, Luth dan Nuh misalnya yang mengingkari perintah Alloh kemudian turunkalah azab dari Tuhan.

Kini covid-19 dirasakan oleh umat seluruh dunia tanpa kecuali baik muslim, warna kulit yang berbeda, suku yang berbeda, orang kaya maupun miskin, manusia usia lanjut maupun bukan, semua terkena imbasnya. Jadi cobaan ini bersifat universal, tanpa kecuali.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa tingkat kematian seseorang akibat covid-19 banyak terkait dengan faktor usia dan riwayat kesehatannya.

Baca Juga:Hj. Yoyoh Ruhimat Kunjungi Dapur Umum Program Gasibu di Kampung Sumurama Desa SumbersariBantu Penanganan Covid-19, Taruna Merah Putih Salurkan 1000 APD

Selanjutnya dikatakan bahwa mereka yang rentan terinfeksi covid-19 dan membutuhkan penanganan khusus adalah kelompok manula dan atau memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi, jantung, paru paru, diabetes dan kanker. Pernyataan tersebut membuat mereka yang berpotensi terserang covid-19 lebih khawatir dan secara psikhologi selalu ada rasa was was menghantui kehidupan mereka.

Lansia atau umur lanjut usia adalah penduduk yang berumur 65 tahun ke atas, umur yang sudah tidak lagi produktif dalam konsep demografi dan biasanya kehidupannya sudah banyak tergantung orang lain karena fisik dan psikisnya sudah mulai melemah atau berkurang. Fenomena manula di Negara berkembang berbeda dengan Negara maju. Dalam struktur piramida penduduk, manula akan meningkat di negara maju karena tingkat kesehatan semakin membaik berbarengan dengan ekonomi semakin stabil sehingga angka harapan hidup mereka meningkat, sedangkan manula di Negara berkembang tidak dalam angka yang menonjol.

Pentingnya makna dari kesehatan

Pandemi covid-19 turut menyadarkan kepada kita semua khususnya manusia usia lanjut, betapa berharga dan pentingnya makna dari kesehatan. Akibat masifnya penyebaran covid-19, hampir seluruh masyarakat dunia merubah kebiasaan hidupnya dan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Lingkungan kita dimana kita tinggal ternyata sangat rawan terhadap virus dan berbagai penyakit, oleh karenanya kita harus selalu melaksanakan perilaku hidup sehat dan bagi seorang muslim telah menjadi ajarannya selalu bersuci sehari semalam selama 5 kali sebelum menjalankan ibadah sholat. Itulah hikmah dibalik pandemic dan memaknai bersuci/thaharah dengan semakin erat dan rigid hubungan transedental kita kepada Alloh swt.

0 Komentar