PASUNDANEKSPRES.CO – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terbang langsung ke Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membahas 13 warga jabar yang diduga jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di tempat hiburan malam di kota tersebut.
Dedi Mulyadi pun langsung mendatangi kantor TRUK-F diBiara Susteran SSpS Maumere, JL. A. Yani, No. 30,Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (23/2/2026).
Pertemuan antara pihak TRUK-F dan Gubernur Jawa Barat tersebut berlangsung secara tertutup tanpa akses media.
Baca Juga:Ustaz Adi Hidayat Bongkar Makna Hadis Bau Mulut Orang Puasa: Ini Bukan Soal Aroma!Direksi Baru BPJS Resmi Dilantik, Cak Imin Tekankan Layanan Lebih Inklusif dan Transparan
Dedi Mulyadi bertemu dengan pihak TRUK-F untuk membahas kondisi 13 perempuan asal Jabar yang jadi korban TPPO, langkah pendampingan hukum, dan rencana pemulangannya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi pun telah menyatakan komitmennya untuk memulangkan dan memastikan para korban mendapat perlindungan dan pendampingan maksimal.
Curhatan Korban Dugaan TPPO
Diberitakan sebelumnya, 13 korban itu ditawari pekerjaan di tempat hiburan bernama Pub Eltras.
Mereka diiming-imingi gaji besar hingga fasilitas mewah, namun setibanya di lokasi ternyata tidak sesuai kenyataan.
Berbulan-bulan hingga ada yang bertahun-tahun mereka bekerja di sana akhirnya mereka meminta bantuan kepada Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) yang diketuai Biarawati bernama Suster Ika.
Bersama Suster Ika, sebanyak 13 korban TPPO itu pun sudah berkomunikasi dengan Dedi Mulyadi melalui sambungan video call.
Saat bertatap muka dengan sang Gubernur, seorang korban asal Cikalong Kulon, Cianjur berinisial N (20) mengungkap kesaksian selama bekerja di Pub Eltras tersebut.
Baca Juga:3 Transportasi Alternatif ke Bandara Soetta Imbas KA Bandara Tertemper Truk di Poris, Ada DAMRI-TransjakartaDiterjang Angin Kencang, Atap 9 Rumah Warga di Kalipucang Pangandaran Beterbangan Saat Hujan Deras
N mengaku awal mula dirinya bekerja di tempat hiburan tersebut karena diajak teman yang juga berasal dari Cianjur.
“Awalnya diajak temen orang Cikalong juga, sekarang dia masih di sana, yang hamil itu,” ungkap N, dikutip dari tayangan Lembur Pakuan, Jumat (20/2/2026).
Kemudian N menceritakan dirinya diajak menjadi pemandu lagu atau Lady Companion (LC) di Pub Eltras.
Saat direkrut N mengaku semua kontrak kerja dilakukan di atas materai.
Tak Sesuai Kontrak
Tempat hiburan tersebut menjanjikan pekerjaan ringan dan fasilitas gratis seperti make up, skincare, salon gratis hingga tempat tinggal
Namun, ternyata janji tersebut tidak sesuai yang dijabarkan dan berbeda dari kontrak.
