PASUNDANEKSPRES.CO – Hadist bau mulut orang puasa kembali menjadi perbincangan setelah dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu ceramahnya.
Dalam kajian tersebut, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa makna hadist puasa tentang bau mulut lebih harum dari kasturi tidak boleh dipahami secara tekstual semata.
Penjelasan keutamaan puasa ini merujuk pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dalam kitab kitab Shahih al-Bukhari.
Baca Juga:3 Transportasi Alternatif ke Bandara Soetta Imbas KA Bandara Tertemper Truk di Poris, Ada DAMRI-TransjakartaDiterjang Angin Kencang, Atap 9 Rumah Warga di Kalipucang Pangandaran Beterbangan Saat Hujan Deras
Hadis tersebut berbunyi bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan minyak kasturi pada hari kiamat.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, pemahaman hadis Shahih Bukhari tentang puasa ini harus dilihat dari sisi makna yang lebih dalam.
Makna Hadis Bau Mulut Orang Puasa Menurut Ustaz Adi Hidayat
Dalam penjelasannya, Ustaz Adi Hidayat menyebut bahwa hadis bau mulut orang puasa bersifat majazi atau kiasan.
Artinya, hadis bau mulut orang puasa lebih harum dari kasturi tidak dimaknai sebagai bau fisik yang benar-benar wangi.
Kata ‘harum’ dalam makna hadis puasa tersebut menunjukkan nilai pahala dan kemuliaan di sisi Allah.
Menurut beliau, orang yang menjalankan keutamaan puasa Ramadan tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku.
Menjaga lisan dari ghibah, hinaan, dan kata-kata kotor merupakan bagian dari esensi hadis keutamaan puasa yang dimaksud.
Apakah Hadist Ini Berarti Tidak Boleh Sikat Gigi Saat Puasa?
Baca Juga:Prabowo Ungkap Bantuan Gaza Tertinggi, Indonesia Siap Ambil Peran di Misi PerdamaianDedi Mulyadi Utus Tim Khusus Selamatkan 13 Warga Jabar yang Disekap di Tempat Hiburan Malam NTT
Banyak orang bertanya apakah hadis bau mulut orang puasa berarti seseorang tidak boleh membersihkan mulut saat berpuasa.
Menjawab hal ini, Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa hadis tersebut tidak melarang sikat gigi.
Dalam kajian fikih, menjaga kebersihan tetap dianjurkan selama tidak membatalkan puasa.
Sehingga, makna hadis puasa menurut Ustaz Adi Hidayat bukanlah anjuran membiarkan bau mulut, melainkan penegasan tentang nilai spiritual puasa.
Nilai harum yang dimaksud adalah pahala dari lisan yang terjaga dan hati yang bersih selama menjalankan ibadah.
Keutamaan Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa keutamaan puasa dalam Islam terletak pada kemampuan seseorang mengendalikan diri.
