Orang yang berpuasa sejatinya menahan diri dari maksiat, perkataan buruk, dan perbuatan tercela.
Semua amal tersebut dalam hadis Shahih Bukhari tentang puasa digambarkan sebagai sesuatu yang bernilai wangi di sisi Allah.
Istilah kasturi dalam hadis merujuk pada minyak wangi terbaik di jazirah Arab pada masa itu.
Baca Juga:3 Transportasi Alternatif ke Bandara Soetta Imbas KA Bandara Tertemper Truk di Poris, Ada DAMRI-TransjakartaDiterjang Angin Kencang, Atap 9 Rumah Warga di Kalipucang Pangandaran Beterbangan Saat Hujan Deras
Karena itu, perbandingan tersebut menunjukkan betapa tinggi nilai keutamaan puasa Ramadan di hadapan Allah SWT.
Pesan Moral dari Hadis Bau Mulut Orang Puasa
Dari penjelasan Ustaz Adi Hidayat, dapat disimpulkan bahwa hadis bau mulut orang puasa lebih harum dari kasturi mengandung pesan moral mendalam.
Pesan tersebut adalah pentingnya menjaga lisan, hati, dan perilaku selama menjalankan ibadah puasa.
Bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbaiki akhlak sebagai wujud keutamaan puasa dalam Islam.
Dengan memahami makna hadis puasa secara komprehensif, umat Islam diharapkan tidak salah tafsir dalam mengamalkan ajaran agama.
RENDIKA MARFIANSYAH.
