War Tiket Haji Digodok Kemenhaj, Antrean Jemaah Potensi Dipangkas Lagi

War Tiket Haji Digodok Kemenhaj, Antrean Jemaah Potensi Dipangkas Lagi
Ilustrasi Jemaah haji Indonesia di tanah suci. -
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Kementerian Haji dan Umrah sedang mengkaji sistem baru untuk memangkas masa tunggu pendaftaran haji yang selama ini bisa mencapai puluhan tahun.

Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah menghapus sistem antrean lama dan kembali ke mekanisme War Tiket Haji atau pendaftaran langsung.

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengungkapkan ide tersebut saat membuka Rapat Kerja Nasional Penyelenggaraan Haji 1447 Hijriah di Tangerang, Banten, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga:Kapan Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah? Simak Informasinya di SiniOngkos Haji 2026 Terdampak Harga Avtur, Menhaj: Tidak Dibebankan kepada Jemaah

“Ketika kita bicara tentang antrean, pemikiran kami di Kementerian Haji muncul apakah perlu antrean yang begitu lama? Apakah perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman-zaman sebelum ada BPKH?” ujar Gus Irfan.

Menurutnya, sebelum Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dibentuk pada 2017, sistem yang berlaku adalah pendaftaran langsung.

Pemerintah mengumumkan biaya haji dan kuota tahun berjalan, kemudian membuka pendaftaran dalam waktu tertentu. Siapa yang lebih dulu melunasi biaya, dialah yang berangkat.

“Pemerintah mengumumkan biaya haji tahun ini sekian, pembukaan pendaftaran dimulai tanggal sekian sampai tanggal sekian, silakan yang mau berangkat haji, silakan membayar. Semacam ‘war tiket’,” jelasnya.

Wacana ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Haji merevolusi penyelenggaraan ibadah haji.

Prabowo ingin masa tunggu haji yang saat ini telah disamaratakan menjadi maksimal 26 tahun bisa dipangkas lebih pendek lagi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa wacana War Tiket Haji masih dalam tahap pembahasan mendalam.

Baca Juga:Info A1! Timnas Indonesia Ditantang Negara Top Eropa di FIFA Matchday, John Herdman Bawa Dua Pemain BaruHeboh Pengadaan Ribuan Motor Kepala SPPG, Pubaya : Tahun Lalu Ditolak

Pemerintah akan memastikan perlindungan bagi 5,7 juta jemaah yang sudah masuk daftar tunggu saat ini.

“Kita sedang memikirkan pola itu. Namun tentu juga kita harus pastikan yang selama ini sudah ngantre,” kata Dahnil.

Dahnil menambahkan bahwa sistem war tiket akan membuat pendaftaran lebih adil dan transparan, dengan mekanisme first come first served sesuai kuota yang diberikan Arab Saudi setiap tahun.

Saat ini, antrean haji di berbagai daerah bervariasi, dengan yang terpanjang mencapai 47 tahun sebelum disamaratakan menjadi 26 tahun mulai tahun ini.

0 Komentar