Corona Syndrome dan Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Bawah di Tengah Pandemi

Corona Syndrome dan Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Bawah di Tengah Pandemi
0 Komentar

Untung saja sudah ada tekhnologi mesin panen padi yang biasa disebut dengan “Kombi”,oleh sebab itu petani tidak perlu turun langsung di sawah untuk memanen padi. Namun, mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menyewa mesih tersebut, biaya sewa untuk sebidang tanah sekitar Rp 400.000,-.

Ketika menjemur padi sendiri tidak ada kendala kecuali faktor cuaca, sembari menjemur padi mereka juga ikut berjemur karena di sinyalir virus akan rusak apabil terkena sinar matahari selama kurang lebih 2 jam lamnya. “Kegiatan tersebut menjadi rutinitas tersendiri bagi penggarap sawah” tambah Sutini. Beliau juga menambahkan harapan yaitu agar harga jual beras dapat mengalami kenaikan setelah virus corona menghilang.

Selain dari sektor pertanian, strategi bertahan hidup juga di utarakan oleh Paijo salah seorang pedagang sayur keliling. Beliau mengatakan bahwa dampak dari virus ini memberikan kerugian yang besar bagi ushanya. Ia juga menambahkan statement, bahwa pasar yang digunakan untuk tempatnya membeli barang dagangan juga mulai sepi serta konsumennya pun juga berkurang.

Baca Juga:Bhayangkari Cabang Purwakarta Serahkan APDPemkab Purwakarta Berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Namun, ia tetap berjualan sayur keliling agar tetap mendapatkan penghasilan yang sudah menjadi mata pencahariannya, selain itu agar masyarakat tidak perlu repot pergi kepasar guna mengurangi keramaian. Beliau juga menaruh harapan agar virus Covid-19 segera musnah dan kondisi kembali kondusif seperti sedia kala.

Beberapa buruh harian lepas pun yang bekerja sebagai buruh pasang tenda pernikahan pun kehilangan pekerjaanya untuk sementara waktu. Pasalnya di saat seperti ini pemerintah melarang keras diselenggarakanya hajatan, pesta ataupun semacamnya, sehingga untuk saat ini banyak yang menganggur. Berhemat adalah salah satu strategi yang tepat dilakukan agar tidak membengkaknya pengeluaran yang tidak dibarengi dengan adanya pemasukan. (*)

Laman:

1 2 3
0 Komentar