Jabar Kembangkan Aplikasi Pelaporan dan Informasi COVID-19

Jabar Kembangkan Aplikasi Pelaporan dan Informasi COVID-19
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menggelar konferensi pers terkait penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 di Jabar, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar)
0 Komentar

“Itu sudah kita lakukan kepada mereka-mereka yang terpantau dan mereka-mereka yang tidak bergejala juga tapi patut diwaspadai untuk dites, salah satunya adalah klaster para perawat tenaga medik yang merawat pasien positif.”

“Kemudian juga tenaga kerja asing (TKA) juga akan kita tes juga dan keluarga-keluarga dari pasien, sehingga kita doakan juga mudah-mudahan tidak ada yang positif. Tapi kalau ada yang positif berarti terjadi peredaran bukan hanya di orang-orang yang bergejala saja,” imbuhnya.

Untuk mencegah penularan yang lebih luas lagi, Pemda Provinsi Jabar melakukan penelusuran.

Baca Juga:Cegah COVID-19, Ridwan Kamil Putuskan Sekolah di Jabar Belajar dari Rumah Selama Dua PekanBREAKING NEWS! Pemkab Subang Putuskan Rangkaian HUT Subang Ditunda, SD-SMP Diliburkan

“Saya juga mengeluarkan surat edaran peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 kepada seluruh OPD. Penyelenggaraan yang berdampak pada pengumpulan massa juga studi banding ke dalam maupun ke luar negeri, seminar dan kegiatan sejenis lainnya supaya ditunda,” ucap Kang Emil.

54 Pasien Negatif

PADA kesempatan yang sama, Kang Emil juga menyampaikan perkembangan terkini terkait Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang ada di Jabar.

Pada Minggu (15/3/20) pukul 09.30 WIB, ODP di Jabar berjumlah 706 orang, 448 orang di antaranya masih dalam tahap pemantauan dan 258 orang telah selesai melakukan isolasi pribadi.

Sementara PDP berjumlah 82 orang, 28 orang di antaranya masih dalam proses pengawasan dan 54 orang telah dinyatakan negatif. Hingga kini jumlah pasien positif COVID-19 di Jabar berjumlah 7 orang. (rls)

Laman:

1 2
0 Komentar