PASUNDAN EKSPRES – Buat kamu kolektor uang kuno atau sekadar penasaran sama dunia numismatik, pasti udah nggak asing lagi sama koin Wilhelmina.
Asal koin ini dari Belanda dan bergambar Ratu Wilhelmina, yang memerintah dari akhir abad ke-19 sampai pertengahan abad ke-20.
Karena usianya yang tua, koin ini banyak diburu kolektor di Indonesia.
Tapi hati-hati, di pasaran juga banyak beredar koin palsu.
Baca Juga:Intip Harga dan Spesifikasi HUAWEI MatePad 11, Tablet Flagship yang Mempunyai Layar 120HzDrama Everything Will Come True: Drama Fantasi Romantis Kim Woo Bin & Bae Suzy di Netflix!
Supaya nggak salah ambil, kita intip ciri-ciri koin Wilhelmina asli dibawah ini
1. Detail Wajah Ratu Wilhelmina
Koin asli punya ukiran wajah yang tegas dan jelas, mulai dari rambut, mata, hingga mahkota. Kalau palsu biasanya detailnya kabur, cenderung kasar, bahkan ada yang kelihatan “lempeng” tanpa kedalaman ukiran.
2. Tulisan yang Rapi
Perhatikan bagian tulisan seperti ‘Koningin Wilhelmina’ atau keterangan tahun. Pada koin asli, huruf tercetak sangat rapi, sejajar, dan nggak ada yang blur. Koin palsu biasanya punya cetakan huruf yang agak berantakan atau kurang simetris.
3. Tahun dan Lambang
Koin Wilhelmina asli memiliki tahun cetakan antara 1890-an sampai 1940-an, tergantung seri. Di bagian belakang juga ada lambang negara Belanda (singa dengan perisai dan mahkota) yang detailnya tajam.
4. Bahan dan Berat
Koin asli dibuat dari perak atau campuran logam berkualitas, jadi kalau dipegang terasa padat dan agak berat. Sedangkan koin palsu biasanya lebih ringan, warnanya cepat pudar, dan terlihat terlalu mengkilap seperti logam murah.
5. Suara Logam
Cara simpel cek keaslian adalah dengan mengetukkan koin ke permukaan keras. Koin perak asli akan mengeluarkan suara “ting” yang nyaring, sementara koin palsu suaranya cenderung tumpul.
6. Kondisi Tua yang Natural
Karena koin Wilhelmina sudah berusia puluhan tahun, koin asli biasanya punya patina alami (lapisan kusam kehijauan/keabu-abuan karena oksidasi). misal koin terlalu mengkilap kayak baru poles, justru patut dicurigai.