Warga Kampung Nyalindung Keluhkan Pencemaran Mata Air, Kesulitan Air Bersih Akibat Aktivitas Kebun Durian

Kebun durian
Kebun Durian di Kp Nyalindung Desa Tenjolaya Kecamatan Kasomalang Subang
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Warga Kampung Nyalindung, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih akibat pencemaran yang terjadi pada mata air akibat aktivitas kebun Durian. Kondisi ini telah berdampak langsung terhadap kebutuhan hidup sehari-hari warga, mulai dari memasak, mandi, hingga pengairan lahan pertanian.

Bayu, salah seorang warga Kampung Nyalindung, mengungkapkan mata air yang selama ini menjadi sumber utama air bersih masyarakat kini tidak lagi layak digunakan. Ia menyebutkan, dari beberapa mata air yang ada, sebagian besar telah tercemar lumpur.

“Air yang biasanya jernih sekarang berubah menjadi keruh bercampur lumpur. Saat tercemar, air yang keluar bukan lagi air bersih, tapi air berlumpur. Kami sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ujar Bayu kepada wartawan, Rabu (7/1/2025).

Baca Juga:Disdik dan PGRI Purwakarta Bantu Rehab Rumah Penjaga Sekolah yang TerbakarDesa Kawunganten  Raih Juara Desa Sri Baduga, Pemkab Subang Beri Penghargaan

Bayu menduga pencemaran tersebut berasal dari aktivitas galian untuk kebun durian di Blok Pasir Bilik, yang lokasinya tidak jauh dari sumber mata air. Menurutnya, aktivitas tersebut menyebabkan aliran lumpur masuk ke jalur mata air yang selama ini dimanfaatkan warga.

Dia menjelaskan, sedikitnya 88 Kepala Keluarga (KK) di RT 14 terdampak langsung akibat pencemaran tersebut. Selama ini, warga sangat bergantung pada mata air tersebut untuk kebutuhan rumah tangga.

“Untuk memasak saja kami kadang tidak bisa menggunakan air itu karena lumpurnya sangat pekat. Bahkan untuk mandi pun tidak memungkinkan,” tambahnya.

Tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, pencemaran mata air tersebut juga berimbas pada sektor pertanian. Sejumlah petani di Kampung Nyalindung mengaku kesulitan mengairi sawah dan kebun mereka karena kualitas air yang menurun drastis.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang enggan disebutkan namanya. Ia menuntut agar pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan kebun durian segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi pencemaran tersebut.

“Kami merasa sangat dirugikan. Pengelola kebun durian harus bertanggung jawab atas kerusakan ini. Air bersih kami tercemar dan sawah kami kekurangan air,” tegasnya.

Ia berharap pihak perusahaan atau pengelola kebun durian tidak menutup mata terhadap dampak aktivitas mereka terhadap lingkungan dan kehidupan warga sekitar.

0 Komentar