“Sekarang sehari paling lima lembar. Dulu bisa 10 lembar,” ucap Endang menyampaikan keluhannya.
Harga jual pun ikut terjun bebas. Jika sebelumnya ia bisa menjual kulit domba ke pengepul dengan harga Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per lembar, kini hanya dihargai sekitar Rp15 ribu, tergantung kualitas.
“Menurun pendapatan. Susah nyari kulitnya, harganya juga jatuh,” kata Endang.(add)
