Pengakuan Sudrajat dia dipukul, ditendang sepatu bot di bagian kaki, dan disabet selang di dada hingga tiga kali. Di tempat itu pula, ia mengaku sempat ‘dikurung’ sekitar satu jam.
Kalimat yang paling ia ingat adalah peringatan agar tidak lagi berjualan di sana.
“Jangan sekali-sekali lagi dagang sini. Kalau dagang sini, saya tarik lagi,” begitu ia menirukan.
Baca Juga:Belanja Warga Pangandaran untuk Beli Roko Lebih Besar Ketimbang MakananKreator Konten Sewa Pacar di Tasikmalaya Resmi Jadi Tersangka
Menjelang dini hari, Sudrajat dilepas. Ia pulang sendiri naik kereta dan tiba di rumah sekitar pukul empat pagi. Tidak ada pemeriksaan medis atas perlakuan aparat yang dia terima.
Ia menunjukkan bagian dada dan kakinya yang masih terasa sakit. Wajahnya, kata dia, sempat lebam. Setelah kondisinya memburuk, ia mengaku diberi uang Rp300 ribu oleh atasan polisi di lokasi.
“Sudah bonyok baru dikasih duit,” ujarnya.
Empat hari setelah kejadian, ia berhenti berjualan. Bukan karena tidak ada dagangan, tetapi karena trauma.
“Pusing kepala saya. Kapok,” katanya.
Padahal, Kemayoran adalah wilayah langganannya. Setiap hari ia bisa membawa pulang Rp200 ribu sampai Rp300 ribu keuntungan bersih. Es diambil dari bosnya di Depok dengan setoran Rp500 per buah, lalu dijual Rp2.000 dengan laba Rp1.500.
Kini, ia berencana mengubah rute. Mangga Besar dan Sawah Besar menjadi pilihan. Ia menghindari titik yang menurutnya menjadi lokasi kejadian.
“Besok saya dagang lagi,” katanya.
Sementara itu, aparat TNI dan Polri yang mengamankan Sudrajat meminta maaf. pengamanan Sudrajat semata untuk memastikan keamanan masyarakat.
Permintaan maaf itu disampaikan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Hari Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi di Aula Mako Polsek Kemayoran pada Senin (26/1) malam.
Baca Juga:Seteru Teddy dan Sule soal Hak Waris Bintang Belum Temui Titik TerangLagi Musim Durian Ni, Yuk! Mengenal Ragam Durian Lokal Unggulan Nusantara
“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Aiptu Ikhwan dalam keterangannya yang diterima wartawan.
Ikhwan menyampaikan tindakan keduanya itu sebagai respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya di lingkungan mereka, dalam hak ini pihak RW 05 Kelurahan Rawa Panjang. Hal itu juga untuk memastikan agar masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
