“Apabila ada yang merasa punya pengalaman yang sama jangan sungkan untuk melaporkan. Kami siap menampung dan melindungi identitas,” sambungnya.
Kejutkan Wali Kota
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi juga mengaku terkejut dengan kemunculan kasus ini. Viman menyebut dirinya mengenal tersangka, bahkan sempat berkunjung ke rumahnya.
“Ya, kaget lah pastinya, nggak menyangka sih, ternyata seperti itu, dengan kesehariannya. Keluarganya juga, saya pernah berkunjung ke sana, tidak menyangka sih,” kata Viman.
Di Luar Kendali
Baca Juga:Lagi, MBG Diduga jadi Bikin Keracunan Massal Siswa SD di CianjurHasrat Nyaleg Eks Kades Sukabumi yang Berujung Kasus Korupsi
Viman mengklaim mengenal banyak pegiat media sosial di Tasikmalaya. Namun terkait perilaku pribadi, ia menegaskan hal itu di luar kendalinya.
“Saya memang kenal, bukan hanya dia saja, tapi semua influencer kenal, para pemuda kreatif juga. Apa yang terkait di balik itu, kemudian juga cerita hitamnya, kan itu di luar kontrol kita. Kita hanya bagaimana bersilaturahmi, memberdayakan anak-anak muda,” papar Viman.
Jadi Perhatian Pemerintah
Viman menegaskan komitmennya untuk tidak menoleransi kasus pelecehan terhadap anak dan perempuan.
“Sikap kami jelas, zero tolerance (tidak ada toleransi) terhadap aksi child grooming, pelecehan terhadap anak, perempuan, dan sebagainya. Kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum (APH),” tegasnya.
Dalam perkara ini, Pemkot Tasikmalaya akan fokus memfasilitasi pendampingan korban serta menggencarkan sosialisasi agar kasus serupa tak terulang.
“Kami memfasilitasi dan mengadvokasi para korban. Kami juga terus mensosialisasikan agar kejadian ini tidak terulang kembali,” pungkas Viman.
MUAMMAR QADDAFI
