PASUNDANEKSPRES.CO – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan maksud Presiden Prabowo Subianto meluncurkan gerakan “Gentengisasi”.
Program tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Prasetyo menjelaskan bahwa gerakan itu merupakan bagian dari visi besar Presiden dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata nasional melalui pembenahan kebersihan dan keindahan lingkungan.
Baca Juga:Paranormal Ungkap Bencana Baru Ancam Indonesia di 2026, Bunda Retno: Alam Sudah BicaraJadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 4 Februari 2026 Lengkap Sinopsis, Banjir Film Aksi-Thriller
“Bapak Presiden berpendapat bahwa salah satu sektor yang harus didorong adalah pariwisata. Salah satu kunci pariwisata itu adalah kebersihan dan keindahan,” ujar Prasetyo, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Presiden menyoroti pada sejumlah aspek di antaranya sampah yang memengaruhi estetika lingkungan.
Selain itu, kata Pras, Prabowo juga menyoroti penggunaan atap rumah berbahan seng yang bisa mengurangi keindahan kawasan, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi pariwisata.
“Intinya adalah mari kita bersama-sama, beliau sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, menggugah kita semua untuk mari kita menjadikan lingkungan kita itu jauh lebih bersih, jauh lebih rapi, jauh lebih indah dengan harapan itu akan mendorong terciptanya zona-zona wisata, terciptanya iklim yang membuat wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, mau berkunjung ke negara kita gitu,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia menyebut hal ini bukan persoalan gentengisasi saja, melainkan dorongan Presiden RI agar menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
“Jadi bukan sekadar masalah gentengisasinya, tapi lebih dari itu bagian kecil dari apa yang dikehendaki oleh Bapak Presiden untuk kita semua apa namanya bersama-sama menjaga lingkungan kita, menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kita,” tuturnya.
Menurut Prasetyo, Prabowo juga menyoroti soal penataan papan reklame, baliho, hingga kabel-kabel semrawut juga menjadi bagian dari perhatian Presiden dalam membenahi wajah kota-kota di Indonesia.
Baca Juga:Sejumlah Tokoh Agama dari Berbagai Lembaga Bertemu Prabowo di IstanaSolusi Atasi Banjir di Daan Mogot, Pramono Lanjutkan Pembangunan 4 Rumah Pompa
“Termasuk papan reklame, baliho-baliho, kemudian kabel-kabel yang mau disadari atau tidak disadari bahwa itulah yang kita hadapi sekarang gitu,” kata dia.
“Dan memang betul kalau kita cermat atau kita merasakan memang perlu banyak pembenahan tata kota kita supaya menjadi kota-kota yang indah lagi, banyak tamannya, penuh dengan bunga-bunga,” pungkasnya.
