PASUNDANEKSPRES.CO – DPP Partai Gerindra Provinsi Banten kembali merombak struktur kepengurusan partai. Apa kata Andra Soni?
Ketua Umum DPP Gerindra tersebut menjelaskan, restrukturisasi partai merupakan hal lumrah dan rutin dilakukan.
Perubahan struktur kepengurusan kali ini mengacu pada langkah-langkah strategis untuk menyongsong Pemilihan Umum (pemilu) yang akan datang.
Baca Juga:Polda Metro Tolak Permintaan Roy Suryo Cs Atas 709 Barang Bukti Ijazah JokowiWaketum PSI Bro Ron Pegang Bukti Awal Penyelewangan Bantuan Siswa NTT yang Bunuh Diri, Ada Perbedaan!
Namun kuncinya adalah perubahan ini dilakukan untuk menjaga solidaritas dan kinerja para kader partai.
Dan restrukturisasi kepengurusan DPP Gerindra Banten, akan dilakukan secara berkala pada setiap periode tertentu.
Secara umum Andra menyebut ada beberapa hal terkait restrukturisasi partai yang harus dia putuskan.
“Setiap tahun setiap periode kami melakukan restrukturisasi di kepengurusan. Ini dilakukan karena beberapa hal, pertama ada anggota yang mendapatkan tugas atau memilih tugas lain, kedua ada anggota yang meninggal dunia sehingga harus direstrukturisasi,” paparnya, dikutip dari Radar Banten, Senin, 9 Februari 2026.
Dia menambahkan, restrukturisasi kepengurusan bukan sekadar karena kepentingan elektoral.
Dan saat yang bersamaan, sebagai partai pemenang pemilihan Pilpres, Gerindra juga harus mendukung kebijakan-kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
“Sebagai partai gerakan kami akan terus berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan kader. Kita punya tugas menyukseskan kepemimpinan Presiden Prabowo, sehingga wajib menjaga kekompakan supaya kita terus bergerak dann berdampak pada masyarakat,” terangnya.
Salah satu dukungan partai terhadap kebijakan dan program presiden yakni program makan bergizi gratis (MBG).
Baca Juga:Hector Souto: Sejarah Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026 Hasil Kerja Sama Tim, Bukan Saya!Indonesia Hajar Jepang 5-3, Bahlil Lahadalia Optimistis Skuad Garuda Rebut Takhta Asia dari Iran
Kendati dihadapkan dengan berbagai polemik, secara keseluruhan program MBG dinilai telah memberikan manfaat untuk anak lebih dari 2 juta jiwa.
“Program MBG saat ini sudah dinikmati oleh lebih dari 2,5 juta anak,” kata Andra.
Dampaknya tidak hanya itu, sejak setahun program MBG bergulir terdapat 1.000 lebih dapur SPPG yang terlibat dan beroperasi.
Menurutnya lapangan pekerjaan tercipta selaras dengan meningkatnya kebutuhan program tersebut di seluruh daerah Indonesia.
“Setiap dapur itu kurang lebih melibatkan 47 orang. Kalau dikalikan dengan 1.117 dapur, ini juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja,” imbuhnya.
Kemudian Andra juga menyoroti krisis pendidikan di Banten yang kini menjadi skala prioritas pemerintahannya dan pemerintah pusat.
Setidaknya terdapat lebih dari 1.000 sekolah yang memerlukan bantuan rehabilitasi.
