PASUNDANEKSPRES.CO – Puluhan pelajar yang diduga berafiliasi dengan geng motor melakukan konvoi ke sejumlah desa di wilayah Kabupaten Cirebon, Senin (9/2/2026) malam hingga Selasa (10/2/2026) dini hari.
Namun konvoi yang diduga hendak tawuran ini tercium dan berhasil digagalkan aparat kepolisian sebelum berujung tawuran.
Sebanyak 24 pelajar diamankan setelah ked apatan membawa alat pemukul dan senjata tajam.
Baca Juga:Viral Pemilik Brand Lokal Inisial M Diduga Terseret Kasus Pelecehan Seksual, Begini KronologinyaAldi's Burger Viral, Aldi Taher Ngaku Kaget Usahanya Diserbu Pembeli
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol I Putu Ika Prabawa, mengatakan pengamanan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya kelompok pelajar yang bersiap melakukan tawuran.
“Pada tanggal 9 Februari 2026 (malam), kami dari Satreskrim Polresta Cirebon mendapatkan informasi adanya beberapa kelompok pelajar yang diduga berafiliasi dengan kegiatan geng motor dan akan melakukan tawuran,” ujar Putu Ika Prabawa saat diwawancarai di Mapolresta Cirebon, Selasa (10/2/2026) dini hari.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan, kelompok pelajar tersebut diketahui berkumpul dan bersiap melakukan tawuran di wilayah Plumbon.
Namun, di tengah perjalanan mereka bertemu dengan patroli Polsek yang sedang melaksanakan kegiatan rutin.
“Saat patroli Polsek melintas, kelompok ini langsung dibubarkan. Setelah itu, sebagian dari mereka bergerak ke arah wilayah Klangenan,” ucapnya.
Jumlah kelompok pelajar yang cukup banyak, diperkirakan mencapai sekitar 50 orang, membuat warga di sejumlah desa menjadi resah.
Warga pun turun tangan melakukan pembubaran secara mandiri sebelum akhirnya para pelajar diamankan.
Baca Juga:Kabar Baik Bagi Pemudik! Kemenhub Sediakan Ratusan Bus Mudik Gratis 2026 ke Jawa hingga SumateraKronologi WNI Kecelakaan di Chinatown Singapura, Anak 6 Tahun Tewas Ditabrak Mobil
“Karena jumlahnya cukup banyak, warga merasa resah dan melakukan pembubaran. Setelah itu, beberapa orang dari kelompok pelajar ini diamankan dan dilaporkan ke pihak Polres maupun Polsek,” jelas dia.
Ia menegaskan, aksi tawuran belum sempat terjadi, meski polisi menemukan indikasi kuat rencana bentrokan tersebut.
“Untuk tawurannya sendiri belum sempat terjadi. Saat itu patroli Polsek dan Polres mendapati kelompok pelajar ini melakukan konvoi. Beberapa di antaranya kedapatan membawa alat pemukul maupun senjata tajam,” katanya.
Informasi yang diterima, pengamanan puluhan pelajar itu terjadi di tiga lokasi berbeda, yakni Desa Bakung Lor Kecamatan Jamblang, Desa Kreyo Kecamatan Klangenan, serta Desa Bojong Lor Kecamatan Jamblang.
