Agenda Rapat Kemenhub di Hotel Rasuna Said Kecolongan, Polisi Identifikasi Pelaku dari CCTV

Agenda Rapat Kemenhub di Hotel Rasuna Said Kecolongan, Polisi Identifikasi Pelaku dari CCTV.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Agenda rapat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang berlangsung di Hotel Rasuna Said, Jakarta Pusat, benar-benar kecolongan menyusul hilangnya handphone (HP) dan laptop seorang peserta.

Dari rekaman CCTV yang viral di media sosial, dilihat Kamis, 12 Februari 2026, pria terduga pencuri itu datang dengan berpakaian rapi layaknya peserta rapat lainnya.

Saat dikonfirmasi ke Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra mengatakan bahwa peristiwa pencurian HP dan laptop itu terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca Juga:Alasan Polisi Tak Tahan Bahar bin Smith, Tulang Punggung Keluarga dan Status GuruAnggota DPRD Medan Tuai Kontroversi, Sebut BPJS Kesehatan Tak Dipakai 1 Tahun Berarti Masyarakat Mampu

Ia menjelaskan terduga pelaku dan korban terlibat dalam satu ruang rapat di Ruangan Candi Kalasan di sebuah hotel di kawasan bisnis tersebut.

Kala itu korban disebut menaruh tas berisikan ponsel dan laptop di atas meja kerja.

“Korban ikut rapat di Ruang Candi Kalasan, lantai 2. Kemudian dia menaruh tas warna hitam yang isinya satu handphone dan satu laptop di meja kerja,” katanya kepada awak media, Kamis 12 Februari 2026.

Hilang saat Jam Istirahat

Roby menyebut kuat dugaan terduga pelaku merangsek masuk kembali ke ruangan rapat itu sekitar pukul 12.00 WIB, ketika korban tidak ada di tempat.

Korban baru merasa kehilangan barang berharganya itu setelah selesai jam istirahat dan makan siang atau sekitar pukul 12.50 WIB.

Adapun kepolisian telah menerima laporan korban dan penyelidikan masih berjalan hingga kini, termasuk pendalaman CCTV.

Menurutnya, polisi akan berusaha mengidentifikasi terduga pelaku dari tayangan CCTV hotel.

Baca Juga:Dunia Usaha Kembali Bergeliat Bank Indonesia Bongkar Data Keyakinan Konsumen MeningkatBahlil Pastikan BBM RON 92, 98 dan Solar Aman, Izin Impor Shell Masih Diproses

“Kurang lebih ditinggal 50 menit. Itu berdasarkan keterangan pelapor. Kalau masalah CCTV dan lain-lain kita masih selidiki, masih pemeriksaan,” ujarnya.

Dalam kasus ini Roby menambahkan bahwa peristiwa ini hanya dialami oleh satu orang korban.

“Satu orang saja yang membuat laporan,” jelasnya.

Ia juga memastikan korban hanya melaporkan kehilangan berupa HP dan laptop, bukan uang puluhan juta rupiah dan dokumen penting yang sebelumnya informasi itu beredar luas.

“Yang dilaporkan ke kita itu handphone sama laptop,” ucapnya.

Meski belum menyebutkan angka secara pasti, Roby memperkirakan kerugian yang dialami korban atas kejadian tersebut hingga belasan juta rupiah.

0 Komentar