Anggota DPRD Medan Tuai Kontroversi, Sebut BPJS Kesehatan Tak Dipakai 1 Tahun Berarti Masyarakat Mampu

Anggota DPRD Medan Tuai Kontroversi, Sebut BPJS Kesehatan Tak Dipakai 1 Tahun Berarti Masyarakat Mampu
Di tengah gaduhnya BPJS Kesehatan PBI JK yang nonaktif, justru ucapan anggota DPRD Medan Afif Abdillah menuai kontroversi.--Pinterest
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Di tengah gaduhnya BPJS Kesehatan PBI JK yang nonaktif, justru ucapan anggota DPRD Medan Afif Abdillah menuai kontroversi.

Menurutnya, jika BPJS Kesehatan tidak dipakai oleh peserta selama 1 tahun, artinya masyarakat itu tergolong mampu.

Ucapannya viral di berbagai akun media sosial saat ia mengingatkan warga yang tercatat sebagai pengguna program Universal Health Coverage (UHC) agar tetap menggunakan BPJS Kesehatan.

Jangan sampai dalam setahun warga tidak menggunakan program tersebut.

Baca Juga:Putusan MK Tegaskan Kolegium Unsur Konsil Kesehatan, Hapus Dualisme LembagaSungai Cisadane Tercemar Limbah Gudang Kimia, Air Putih Hingga Bau Minyak Tanah

“Jadi, kalau BPJS Kesehatan program UHC itu tidak digunakan selama setahun, maka nanti pemerintah menganggap warga sudah mampu. Kenapa? Karena BPJS nya tidak dipakai-pakai,” tegas Afif Abdillah di hadapan konstituennya saat Sosialisasi Perda II, Tahun Anggaran 2026 Perda No.4 Tahun 2026 dikutip dari Pembasmi Kegaluan Reall.

Dengan tidak menggunakan BPJS tersebut, lanjut Afif, berarti warga tidak butuh.

Oleh karena itu, Afif yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan itu menyarankan agar warga tetap menggunakan BPJS Kesehatan, meski hanya sekadar cek kesehatan ke puskesmas.

Cuma ada masalah baru, banyak kartu BPJS-nya mati.

Waktu mau cuci darah, kartunya mati.

Demikian juga saat mau kemoterapi. Padahal digunakan berkali-kali. Apalagi rutin setiap bulan digunakan Kenapa kartunya bisa mati.

Jadi ini harus diluruskan. Saya juga bingung, kenapa BPJS Kesehatan pusat atau Kementerian Sosial bisa salah dalam hal ini.

“Kan gampang hanya melihat aktif atau tidak digunakan warga. Di kartu BPJS apa pun pengobatan kita yang terakhir, itu nampak digunakan atau tidak. Seharusnya tidak diputus PBI nya. Kenapa? Karena dia pakai,” papar Afif.

Ucapan ini menuai kontroversi di kalangan netizen

Mereka heran dengan pemikiran anggota dewan seperti itu karena setiap individu tentu tidak mau sakit, pasti inginnya hidup sehat.

Baca Juga:Kronologi Korban Curanmor Jadi Tersangka Pengeroyokan Maling hingga Tewas di SubangIdentitas Pria Tewas Lompat di Flyover Pasupati, Pelajar Asal Cimahi

“Kita kan gak tahu kapan kita sakit,” tulis netizen.

“Aneh juga pemikiran anggota dewan seperti ini,” tulis yang lain.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan memberikan klarifikasi terkait peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) JKN yang mendadak statusnya nonaktif.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah mengatakan keputusan penonaktifan peserta PBI sudah berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang terbit pada 1 Februari 2026.

0 Komentar