Menko Infrastruktur AHY Tinjau Progres Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 Serta Jembatan Musi V

Menko Infrastruktur AHY Tinjau Progres Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 Serta Jembatan Musi V.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 serta meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Musi V-Dok.
0 Komentar

AHY menyampaikan bahwa ruas Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 diproyeksikan dapat difungsionalkan secara terbatas pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kelayakan teknis, serta kesiapan operasional.

Jembatan Musi V memiliki panjang total 1.684 meter dan berperan sebagai penghubung utama dua sisi ruas tol yang sebelumnya terpisah oleh Sungai Musi, menghubungkan kawasan Gandus di Palembang dengan wilayah Banyuasin.

Keberadaan jembatan ini menjadi elemen kunci yang memungkinkan konektivitas tol berlangsung lebih utuh dan berkesinambungan.

Baca Juga:Putusan MK Tegaskan Kolegium Unsur Konsil Kesehatan, Hapus Dualisme LembagaSungai Cisadane Tercemar Limbah Gudang Kimia, Air Putih Hingga Bau Minyak Tanah

Ruas tol ini merupakan bagian dari koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Palembang dengan Betung dan selanjutnya terintegrasi menuju Jambi.

Dengan hadirnya tol dan Jembatan Musi V, waktu tempuh perjalanan Palembang–Betung yang sebelumnya mencapai 3–4 jam diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 1 jam, sekaligus mengurangi kemacetan dan bottleneck, terutama pada periode lalu lintas padat.

Lebih lanjut, kehadiran Jalan Tol Palembang–Betung dan Jembatan Musi V diharapkan memperkuat konektivitas regional, memperlancar arus logistik, menurunkan biaya distribusi, serta meningkatkan daya saing wilayah.

Infrastruktur ini juga diharapkan menjadi ikon baru pembangunan di Sumatera Selatan dan simbol kemajuan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Kunjungan kerja ini mencerminkan sinergi Pemerintah melalui kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Perhubungan, serta Hutama Karya, dalam memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Mardiansyah.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.235 km, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap konstruksi.

Ruas tol yang telah beroperasi penuh antara lain Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km).

Baca Juga:Kronologi Korban Curanmor Jadi Tersangka Pengeroyokan Maling hingga Tewas di SubangIdentitas Pria Tewas Lompat di Flyover Pasupati, Pelajar Asal Cimahi

Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), Tol Palembang – Indralaya (22 km), Tol Indralaya – Prabumulih (64 km), Tol Betung – Jambi Seksi 3 (Bayung Lencir – Tempino) (33,6 km).

Tol Bengkulu – Taba Penanjung (16,725 km), Tol Pekanbaru – Dumai (132 km), Tol Medan – Binjai (17 km), Tol Binjai – Langsa Seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 km), Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar (55,4 km).

0 Komentar