Banjir Indramayu Rendam Perumahan Setinggi Pinggang, Bupati Lucky Hakim Bongkar Penyebabnya

Banjir Indramayu Rendam Perumahan Setinggi Pinggang, Bupati Lucky Hakim Bongkar Penyebabnya
TERENDAM BANJIR - Kondisi rumah warga di RW 02 RW 11 Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, yang terendam banjir, Selasa (27/1/2026). Warga terpaksa mengungsi. Bupati Indramayu Lucky Hakim sebut bangunan di atas saluran air dan minimnya kolam retensi picu banjir setinggi pinggang di pusat kota. Pemkab ajak pengembang kolaborasi.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkap sejumlah faktor penyebab banjir yang mengancam kawasan perumahan di pusat kota Indramayu.

Di antaranya, terhambatnya saluran pembuangan air akibat bangunan yang berdiri di atas saluran air, dan belum optimalnya pengelolaan embung atau kolam retensi.

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan ketinggian air di beberapa kompleks perumahan di pusat kota Indramayu yang terdampak banjir mencapai pinggang orang dewasa.

Baca Juga:Instruksi Purbaya, Bea Cukai Segel Toko Tiffany & Co untuk Pengawasan AdministratifStok Dijamin Aman Bansos Beras Siap Disalurkan di Kuartal I

“Faktor-faktor penyebab banjir tersebut didapat dari hasil dialog bersama warga, pengembang perumahan, dan lainnya,” kata Lucky Hakim saat ditemui usai dialog penanganan banjir bersama berbagai pihak di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu, Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (13/2/2026).

Ia mengatakan, kolam retensi merupakan infrastruktur pengendali banjir berupa kolam atau waduk buatan maupun alami yang berfungsi menampung sementara air hujan dan limpasan permukaan.

Bahkan, keberadaan kolam retensi juga cukup efektif mencegah banjir, karena mampu menampung debit air sungai yang meningkat saat hujan deras, sehingga tidak meluap ke permukiman warga.

“Kolam retensi juga turut mendukung konservasi air melalui proses peresapan ke dalam tanah, karena penanganan banjir harus mengedepankan pendekatan kolaboratif tanpa saling menyalahkan,” ujar Lucky Hakim.

Dalam kesempatan itu, sejumlah perwakilan warga dan pengembang perumahan memberi masukan agar Pemkab Indramayu segera mengeruk sedimentasi di sungai maupun saluran drainase dari pusat kota ke muara.

Lucky menyampaikan, secara geografis Kabupaten Indramayu berada di dataran rendah, dan merupakan daerah muara, sehingga permasalahan banjir harus ditangani secara menyeluruh serta humanis.

Dari mulai normalisasi drainase, pembersihan saluran, pembangunan kolam retensi, hingga kontribusi pengembang menjadi langkah penting dalam penanganan banjir tersebut.

Baca Juga:Agenda Rapat Kemenhub di Hotel Rasuna Said Kecolongan, Polisi Identifikasi Pelaku dari CCTVViral Disebut Tertabrak TransJakarta, Faktanya Pemotor Wanita di Ciputat Tewas Tabrakan dengan Mobil Pribadi

“Keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat kontribusi dari pengembang perumahan sangat membantu untuk menangani permasalahan banjir,” kata Lucky Hakim.

RENDIKA MARFIANSYAH.

0 Komentar