PASUNDANEKSPRES.CO – Pemerintah melalui Perum Bulog resmi memperkuat ekosistem ekonomi haji dengan menghadirkan produk pangan dalam negeri ke Tanah Suci.
Sebanyak 2.280 ton beras premium produksi petani Indonesia dijadwalkan tiba di Arab Saudi pada akhir Februari 2026 untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 M.
Keputusan strategis ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta.
Baca Juga:Instruksi Purbaya, Bea Cukai Segel Toko Tiffany & Co untuk Pengawasan AdministratifStok Dijamin Aman Bansos Beras Siap Disalurkan di Kuartal I
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Keamanan Pangan yang membuka ruang bagi ekspor komoditas strategis dalam konteks pelayanan jemaah.
Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, dalam pertemuan di Kantor Urusan Haji Indonesia di Jeddah, menegaskan bahwa beras yang dikirim memiliki spesifikasi tertinggi.
Beras tersebut memiliki tingkat patahan (broken) di bawah 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen.
“Beras ini diproses dari hasil panen terbaru. Ini bukan sekadar soal nilai komersial, melainkan harga diri bangsa. Kami ingin jemaah kita tetap sehat dan terjaga staminanya dengan mengonsumsi nasi pulen khas tanah air yang sesuai dengan selera asal mereka,” ujar Ahmad Rizal, Rabu (11/2/2026).
Menurut Rizal, stok nasional yang saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah memungkinkan Indonesia melakukan langkah diplomasi pangan ini tanpa mengganggu ketersediaan di dalam negeri.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menyambut baik kolaborasi lintas sektoral antara kementerian, Bulog, dan BPKH Limited.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan uang jemaah kembali memberikan manfaat bagi ekosistem ekonomi nasional.
Baca Juga:Agenda Rapat Kemenhub di Hotel Rasuna Said Kecolongan, Polisi Identifikasi Pelaku dari CCTVViral Disebut Tertabrak TransJakarta, Faktanya Pemotor Wanita di Ciputat Tewas Tabrakan dengan Mobil Pribadi
“Kami mendorong pemanfaatan produk pangan nasional untuk mengisi fasilitas komersial di hotel-hotel jemaah di Makkah. Fokus kami adalah kenyamanan jemaah dan optimalisasi nilai ekonomi haji,” kata Jaenal.
Senada dengan itu, BPKH Limited sebagai entitas pelaksana di Arab Saudi menyatakan komitmennya untuk mengelola tata kelola bisnis secara profesional.
“Sebagai perwakilan ‘Merah Putih’ di Saudi, kami memastikan kehadiran produk Indonesia ini legal, tertib regulasi, dan membawa citra positif bagi reputasi nasional,” ungkap perwakilan BPKH Limited.
