PASUNDANEKSPRES.CO – Gelombang pemudik pada musim Lebaran 2026 diprediksi bakal mengalami lonjakan signifikan.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan sebanyak 3,67 juta kendaraan akan bergerak keluar dari wilayah Jabodetabek.
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 14 persen dibandingkan kondisi normal, yang menuntut kesiapsiagaan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga:Banjir Indramayu Rendam Perumahan Setinggi Pinggang, Bupati Lucky Hakim Bongkar PenyebabnyaOpening Ceremony Info Franchise & Business Concept Expo 2026: Resmi Di buka!
Dari total volume kendaraan tersebut, arah barat menuju pelabuhan penyeberangan Merak menjadi sorotan utama.
Sebanyak 1,96 juta kendaraan diperkirakan akan menyerbu Gerbang Tol Cikupa, Banten, sebagai akses utama menuju Pulau Sumatera.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa secara nasional, total pergerakan orang pada musim Lebaran tahun ini diprediksi menembus angka 143,9 juta jiwa.
“Data ini mendekati realisasi pergerakan pada Lebaran 2025 lalu yang mencapai 154,6 juta orang berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD),” ujar Dudy.
Dudy memaparkan bahwa Provinsi Banten memegang peranan krusial sekaligus menjadi titik paling rawan dalam jaringan transportasi nasional saat mudik.
Berbeda dengan arus mudik ke arah Jawa Tengah atau Jawa Timur yang memiliki banyak pilihan rute dan kota tujuan, arus ke arah barat memiliki karakteristik penumpukan di satu titik akhir.
“Jika seribu kendaraan bergerak ke timur, mereka akan terpecah ke berbagai kota. Namun, jika menuju ke barat, jumlah itu akan terkonsentrasi penuh hingga ke ujung Merak. Inilah yang menyebabkan beban di jalur barat sangat berat,” paparnya.
Baca Juga:Bulog Pastikan Jemaah Haji 2026 Konsumsi Beras Premium Asal IndonesiaPrabowo Pastikan Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Siap Tekan Lebih Rendah
Guna mengantisipasi kemacetan parah dan menjamin kelancaran arus, Pemerintah telah menetapkan masa operasional Posko Angkutan Lebaran 2026 selama 18 hari penuh. Posko akan mulai aktif pada 13 Maret 2026 (H-8) hingga 30 Maret 2026 (H+9).
Strategi penguraian kepadatan kini tengah digodok, termasuk pengaturan pola perjalanan di Pelabuhan Merak dan Ciwandan agar konsentrasi kendaraan tidak terkunci di area pelabuhan.
Masyarakat pun dihimbau untuk merencanakan waktu keberangkatan lebih awal guna menghindari puncak arus mudik yang diperkirakan akan sangat padat di jalur tol Tangerang-Merak.
