Bulog Perkuat Sinergi Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Bulog Perkuat Sinergi Jaga Harga Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Bulog perkuat sinergi lintas stakeholder jaga stabilitas harga beras dan Minyakita jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H-Dok.Perum Bulog.
0 Komentar

Distribusi Minyakita Lebih Terkendali

Selain beras, Bulog juga memastikan distribusi Minyakita berjalan sesuai skema Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen.

Kini, penyaluran dilakukan langsung oleh BUMN Pangan, termasuk Bulog, tanpa melalui distributor.

Skema ini dinilai membuat distribusi lebih efisien dan harga lebih terkendali.

Baca Juga:Ustaz Adi Hidayat Bongkar Makna Hadis Bau Mulut Orang Puasa: Ini Bukan Soal Aroma!Direksi Baru BPJS Resmi Dilantik, Cak Imin Tekankan Layanan Lebih Inklusif dan Transparan

Minyakita disalurkan langsung dari gudang Bulog ke pasar-pasar SP2KP dengan harga Rp14.500 per liter, lalu dijual kepada masyarakat sesuai HET Rp15.700 per liter.

“Skema ini memberikan margin yang wajar bagi pengecer sekaligus menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen,” jelasnya.

Sejak 1 Januari 2026, Bulog telah menyalurkan Minyakita secara langsung dengan stok mencapai 30.000 kiloliter per bulan.

Khusus menjelang Lebaran, jumlah tersebut ditingkatkan hingga 70.000 kiloliter untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Selama Ramadhan hingga Idulfitri 2026, Bulog menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan distribusi komoditas strategis, terutama beras dan Minyakita, ke pasar-pasar SP2KP di seluruh Indonesia.

Langkah ini dilakukan guna menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan kecukupan pasokan bagi masyarakat selama momen penting keagamaan tersebut.

RENDIKA MARFIANSYAH.

0 Komentar