PASUNDANEKSPRES.CO – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang memastikan pemantauan intensif terus dilakukan di kawasan rawan longsor Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi longsor susulan di tengah curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan pemantauan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah, aparat kewilayahan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Baca Juga:Api Melahap Pasar Rebo Purwakarta saat Sahur, Pedagang Berlarian Selamatkan DaganganHampir 200 Kios Hangus Terbakar di Pasar Rebo Purwakarta, Pemadaman Api Terkendala Jalan Sempit
Pemeriksaan mencakup kondisi tanah, saluran air, serta kesiapsiagaan warga yang tinggal di sekitar lereng berpotensi mengalami pergerakan tanah.
“Kita tidak ingin lengah. Kawasan Cisoka menjadi salah satu titik yang terus kita pantau. Pemantauan dilakukan secara berkala dan menyeluruh agar setiap potensi bencana bisa terdeteksi lebih dini,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Koordinasi lintas sektor juga diperkuat bersama BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah desa setempat.
Selain pengawasan lapangan, Pemda melakukan sosialisasi mitigasi kepada warga, termasuk mengenali tanda-tanda awal longsor dan prosedur evakuasi mandiri.
“Kami mengarahkan warga yang tinggal dekat dengan potensi longsor, banjir akibat longsoran tersebut agar pindah dahulu ke lokasi yang lebih aman apabila terjadi hujan. Kami juga arahkan warga agar waspada dan tidak mendekat ke lokasi longsor,” tambahnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan retakan tanah, pohon miring, atau perubahan aliran air yang tidak biasa.
“Karena respons cepat dari masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem peringatan dini,” katanya.
Baca Juga:Pasar Rebo Purwakarta Kebakaran, Akses Sempit Picu Api Cepat MenjalarKebakaran Pasar Rebo Purwakarta: Merugi Rp200 Juta, Acep Menangis Bingung Bayar THR Karyawan
Sebagai langkah preventif, pemerintah daerah melakukan pembersihan saluran drainase serta penguatan tebing di titik-titik rawan.
Rapat gabungan bersama para pakar juga telah digelar untuk mengantisipasi dan menangani longsoran secara komprehensif, termasuk membersihkan material yang berpotensi menahan aliran air.
“Tim BPBD, kecamatan, desa, TNI/Polri akan terus melakukan monitoring dan supervisi perkembangan di lapangan,” katanya.
Pemantauan berkelanjutan dan keterlibatan aktif warga ini menjadi harapan risiko longsor di kawasan Cisoka dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
RENDIKA MARFIANSYAH.
