PASUNDANEKSPRES.CO – Warga Bandung sedang dibuat kesal dengan galian ducting atau proyek kabel bawah. Pasalnya, proyek itu justru membahayakan bahkan menimbulkan kecelakaan di jalan raya.
Kekesalan itu turut diluapkan warga dalam salah satu unggahan video akun Instagram @sekitarbandungcom. Dilihat pasundan ekspres, seorang pria meluapkan sumpah serapah karena mengalami kecelakaan saat melintas di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (23/2/2026) malam.
Kasus itu pun mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Mulanya, ia memastikan sudah meminta target kepada operator proyek, PT Bandung Infra Investama (BII) dan Diskominfo Kota Bandung untuk memberi target mengenai lini masa atau timeline hingga proyek itu selesai.
Baca Juga:Api Melahap Pasar Rebo Purwakarta saat Sahur, Pedagang Berlarian Selamatkan DaganganHampir 200 Kios Hangus Terbakar di Pasar Rebo Purwakarta, Pemadaman Api Terkendala Jalan Sempit
“Saya sekarang sedang memberikan tengat waktu kepada PT BII dan kepada Diskominfo untuk memberikan timeline waktu kepada saya. Bahwa ketika galian itu dimulai, maka selesainya kapan, ditutupnya kapan. Deadline ini harus diinformasikan kepada media dan masyarakat supaya warga juga punya ekspektasi,” katanya di kantor Kelurahan Binong, Selasa (24/2/2026).
Timeline itu kata Farhan, dibutuhkan supaya warga bisa punya perhitungan kapan proyek galian itu akan selesai. Malam ini, Farhan meminta supaya timeline tersebut segera diserahkan.
“Nah itu lagi nunggu waktu perhitungan. Nanti malam harusnya saya udah dapat datanya dari Kadiskominfo yang baru. Kemudian yang kedua juga adalah saya akan melakukan audit ulang terhadap keselamatan,” ungkapnya.
“Digali kan ngehalangan jalan tah. Nah, itu teh bagaimana memastikan bahwa setelah galian, sebelum perbaikan, itu bisa menghindarkan para pengguna jalan dari risiko kecelakaan,” tambahnya.
Masalahnya kemudian, keluhan warga di medsos sudah mengalami kecelakaan. Untuk itu kara Farhan, ia menduga ada yang salah dengan penanganan pencegahan potensi kecelakaan.
“Makanya saya melihat bahwa kayaknya ada yang salah nih dengan penanganan pencegahan kecelakaan tersebut. Jadi desainnya mah kelihatannya bagus tapi kan memang pelaksanaannya tidak semudah itu. Karena si para kontraktornya saya lihat eh belum seragam kerjanya,” pungkasnya.
RENDIKA MARFIANSYAH.
