Namun, potensi besar tersebut dibayangi tantangan serius. Bengkulu kini berhadapan dengan krisis iklim, degradasi lingkungan, abrasi pantai yang masif, serta kerentanan sosial.
Hal inilah yang memperkuat urgensi percepatan implementasi PRKBI agar pembangunan daerah tetap tangguh.
Sebagai provinsi percontohan, Bengkulu diharapkan mampu mengintegrasikan PRKBI ke dalam dokumen perencanaan resmi, seperti RPJMD dan Renstra perangkat daerah.
Baca Juga:100 Personel Gabungan Pelototi Tanah Abang, Cegah PKL Kembali Berjualan di Trotoar Usai DitertibkanTelkomsel Siapkan 43 Posko Siaga untuk Jamin Layanan Lancar Saat Ramadan & Lebaran 2026
Keterlibatan DPRD Provinsi Bengkulu dalam dialog ini juga menjadi kunci untuk memastikan dukungan politik dan penganggaran melalui APBD berjalan konsisten.
“Bengkulu memiliki modal kuat, mulai dari sumber daya alam, potensi energi terbarukan, tata kelola yang membaik, hingga visi politik yang jelas,” pungkas Deputi Teguh dengan optimis.
