Beberapa kalangan menilai pemerintahan Prabowo Subianto 2025–2026 memiliki niat positif dalam meningkatkan peran Indonesia di tingkat global.
Indonesia disebut tidak boleh lagi menjadi ‘jago kandang’, melainkan harus aktif tampil di forum internasional.
Namun demikian, sebelum terlalu jauh melangkah, stabilitas urusan domestik Indonesia dinilai perlu diperkuat terlebih dahulu.
Peringatan dari Israel dan Dinamika Timur Tengah
Baca Juga:ASDP Antisipasi Lonjakan Pemudik, Diprediksi 5,8 Juta Orang Lintasi PenyeberanganMenko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal di Perjanjian Dagang Indonesia dan AS
Connie Bakrie mengatakan bangsa Indonesia di era pemerintahan Prabowo Subianto bukanlah jago kandang.
Akan tetapi jika ingin tampil di panggung dunia maka harus jelas posisinya dan Domestic affairs (urusuan dalam negeri) sudah harus beres.
“Karena gini, sudah baca belum jenderal Israel, bintang dua saya lupa namanya, mengatakan ‘Indonesia lo jangan ikut campur ya, lo beresin aja urusan rumah lo, ada orang gue tuh di sana’,” ungkap Connie Bakrie.
“Berarti kan intelejennya kuat sekali untuk kemudian tahu secara presisi ini musti ‘dar kena’,” tambahnya.
Pernyataan dari perwira militer aktif Israel terkait keterlibatan Indonesia dalam isu Timur Tengah itu membuat dinamika konflik yang melibatkan Israel dan Iran semakin panas.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah memperlihatkan pentingnya intelijen dan diplomasi presisi tinggi.
Beberapa pihak menyoroti bahwa kekuatan intelijen global mampu bertindak sangat presisi dalam menentukan target strategis.
Baca Juga:Asrama Haji Banten Resmi Jadi Embarkasi, 9.000 Jemaah Asal Banten Bisa Langsung Terbang ke Tanah SuciPrabowo Bikin Acara Kumpul Mantan Presiden di Istana, Jokowi Konfirmasi Hadir
Hal ini memunculkan pertanyaan publik tentang kesiapan intelijen Indonesia dalam kebijakan luar negeri dan ekonomi.
Transparansi komunikasi dan akurasi informasi dinilai menjadi kunci dalam pengambilan keputusan strategis.
RENDIKA MARFIANSYAH.
