“Kami imbau masyarakat tetap waspada pada kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis, semisal hujan lebat sampai sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” katanya.
Tak hanya itu, untuk wilayah perairan di Jabar, BMKG pun mewanti-wanti supaya waspada terhadap potensi angin kencang hari ini. Wilayah terdampak, antara lain perairan Bekasi-Karawang, perairan Subang, perairan Indramayu, perairan Sukabumi, perairan Cianjur, perairan Garut, perairan Tasikmalaya, dan perairan Pangandaran.
“Potensi kecepatan angin maksimum 20-25 knot pada pagi, siang, hingga dini hari. Tolong tingkatkan kewaspadaan dan antisipasi dampak potensi angin kencang 20-25 knot (37-46 km per jam),” kata Rahayu.
Baca Juga:ASDP Antisipasi Lonjakan Pemudik, Diprediksi 5,8 Juta Orang Lintasi PenyeberanganMenko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal di Perjanjian Dagang Indonesia dan AS
Rahayu pun mengatakan, tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter (sedang) di perairan Sukabumi, perairan Cianjur, perairan Garut, perairan Tasikmalaya, dan perairan Pangandaran. Rahayu pun berpesan kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi bahaya akibat angin kencang tersebut.
“Misalnya, pohon tumbang utamanya yang rimbun dan sudah tua, papan reklame dan tiang yang tak kokoh, bangunan non permanen di kawasan pantai yang mudah roboh diterpa angin, dan gesekan antarkapal yang bersandar terlalu rapat di pelabuhan. Jadi, kami meminta untuk hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat cuaca berangin, perkuat bangunan sementara atau non permanen di area pantai, dan atur jarak sandar kapal,” katanya.
RENDIKA MARFIANSYAH.
